Terungkap! TNI AU Mengincar Rafale, F-15, dan C-130J Hercules

TNI AU Mengincar Rafale F-15 dan

Selama lima tahun terakhir modernisasi alutsista khususnya di lingkungan TNI Angkatan Udara bisa dikatakan berjalan lambat, hal ini disebabkan karena Menhan kita sebelumnya yang lebih fokus dengan program bela negara, yang mana program tersebut menyerap anggaran yang cukup besar sehingga proses modernisasi berjalan lambat. Salah satunya adalah program pengadaan pesawat tempur pengganti dari F-5 Tiger yang telah pensiun dan direncanakan pesawat tersebut akan diganti oleh pesawat tempur buatan Rusia, Sukhoi-35. Sayangnya, sampai saat artikel ini ditulis masih belum jelas bagaimana kelanjutan dari program tersebut.

Akan tetapi, nampaknya keadaan ini akan segera berubah. Karena dalam 5 tahun kedepan akan terdapat “gebrakan” oleh Kemhan dalam pengadaan alutsista, hal ini terungkap dalam dokumen yang beredar di kalangan wartawan. Mengutip dari laman media republika.co.id, Rabu (17/02/2021), menginformasikan didalam dokumen tersebut tiga matra TNI menargetkan mendatangkan beberapa jenis alat utama sistem senjata (alutsista) untuk memperkuat postur pertahanan dan sekaligus modernisasi persenjataan.

Pespur Dassault Rafale
Pesawat tempur Dassault Rafale.
Kredit: pinterest.com

Sebelumnya beberapa hari yang lalu, TNI menggelar rapat pimpinan (Rapim) TNI yang dilaksanakan di Mabes Cilangkap. Disamping kehadiran tiga kepala staf TNI, dalam Rapim TNI tersebut juga dihadiri oleh Menteri Pertahanan (Menhan) Letjen (Purn) Prabowo Subianto dan Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto. Salah satu tema yang dibahas dalam rapim tersebut adalah program utama pembangunan kekuatan TNI periode 2012-2024.

Untuk matra udara yang dalam hal ini domain dari TNI Angkatan Udara, rencananya akan memodernisasi (refurbished) seluruh pesawat tempur yang telah dimiliki. Selain itu, TNI Angkatan Udara juga akan melaksanakan pengadaan pesawat tempur dan pesawat angkut baru, seperti 36 unit pesawat tempur MRCA (Multi Role Combat Aircraft) Dassault Rafale, 15 unit pesawat tempur kelas berat F-15EX, 15 unit pesawat angkut Hercules C-130J, hingga dua unit pesawat MRTT (Multi Role Tanker Transport). Selain itu, akan dilaksanakan pengadaan 30 unit radar GCI (Ground-Controlled Interception) dan tiga unit UAVs (anunmanned aerial vehicle system).

Boeing F 15Q
Pesawat tempur F-15E.
Kredit: pinterest.com

“Target pembelian semua alutsista itu bisa terpenuhi atau tidak tergantung Kementerian Pertahanan (Kemenhan).”

Kadispenau, Marsma Indan Gilang Buldansyah

Di antara daftar shoping pengadaan diatas, untuk pesawat tempur Dassault Rafale buatan Prancis telah menunjukkan progres kemajuan. Hal ini ditandai dengan kunjungan dari Vice President Business Development Dassault Aviation, Jean Claude Piccirillo dan Vice President Offset Dassault, Michael Paskoff bertemu dengan Dirjen Potensi Pertahanan  (Pothan) Kemenhan, Mayjen Dadang Hedrayudha di kantor Kemenhan, Jakarta Pusat.

Lockheed Martin C 130J
Pesawat transport C-130J Super Hercules.
Kredit: pinterest.com


Menurut beliau, kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Prancis telah banyak memberi manfaat bagi kedua belah pihak. Selain itu, juga diharakan dapat memajukan industri pertahanan Indonesia. Berdasarkan catatan penulis, kunjungan tim Dassault Aviation ke Kemhan sebagai tindak lanjut dari surat yang diteken Menhan Prabowo kala bertemu Menhan Prancis Florence Party di Paris, Prancis pada tanggal 4 Agustus 2020.

Kunjungi Juga:  Oerlikon Skyshield 35mm Bergabung Dengan Alutsista Di Lanud Sultan Hasanuddin

Salah satu isi surat tersebut menyatakan minat Prabowo ingin mengakuisisi beberapa alutsista buatan Prancis, di antaranya pesawat Dassault Rafale, kapal selam Scorpene dan kapal frigate La Fayette, termasuk pengembangan bersama untuk meningkatkan masa pakai pesawat dan kapal. Mari kita berdoa bersama-sama semoga Kemhan dapat merealisasikan semua list shoping daftar alutsista diatas.

Share this article
Seorang militer enthusiast dan silent reader dibeberapa forum serta website militer baik dalam maupun luar negeri yang akhirnya memutuskan untuk mulai menulis diblog ini. Hobby mengoleksi artikel, literatur, buku serta apapun yang berhubungan dengan militer.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *