Tim Penerbad Satgasrat Brigif Raider 9 Kostrad Latihan Menggunakan Helikopter Serang Apache

Tim Penerbad Satgasrat Brigif Raider 9 Kostrad

Jika berbicara tentang helikopter serang tentu kita tidak asing lagi dengan nama “Apache”, sebuah nama yang disematkan pada helikopter serang termasyur asal negara “Paman Sam”. Helikopter yang diberi julukan The Flying Tank atau tank terbang ini memiliki daya hancur yang luar biasa dan kemampuan tempurnya tidak bisa diragukan lagi, mengingat helikopter ini telah malang melintang digunakan oleh Angkatan Darat Amerika Serikat dan negara lainnya dalam melakoni berbagai peperangan diberbagai belahan dunia.

Kabar bagusnya, Skadron Penerbangan Angkatan Darat (Penerbad) kini telah diperkuat helikopter canggih ini. Seperti yang diperlihatkan Tim Penerbad Satgasrat Brigif Raider 9 Kostrad dalam latihan bantuan tembakan udara pada Latihan Antar Kecabangan TNI AD yang memasuki tahap serangan di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera Selatan, dikutip dari situs resmi kostrad.mil.id, Sabtu (21/11/2020). Dalam latihan ini, Tim Penerbad mengerahkan dua unit AH-64E Apache yang diperkuat tiga unit helikopter yang tidak kalah canggih, yaitu helikopter serbu Bell 412 EP.

Tim Penerbad Satgasrat Brigif Raider 9 Kostrad Uji Tembakan Helikopter Apache
Helikopter Apache AH-64E Indonesia. Kredit: kostrad.mil.id

“Helikopter AH-64 E Apache yang dimiliki Penerbad merupakan tipe terbaru yang diproduksi oleh Boeing dan saat ini hanya beberapa negara saja yang memilikinya. Begitupun halnya dengan Helikopter Bell 412 EP merupakan helikopter serbu varian terbaru produksi Bell Helicopter.”

Dantin Penerbad Satgasrat Brigif aider 9 Kostrad Letkol Cpn Sulistyo Yulianto 

Sebagai informasi, helikopter AH-64E Apache dibekali mesin turboshaft T700-GE-701D buatan General Electric (GE) yang dapat dipacu hingga kecepatan maksimum 300 km per jam dengan daya jelajah terbang mencapai 3 jam 30 menit, merujuk dari media viva.co.id, Kamis (23/04/2020). Selain itu, helikopter Apache AH-64E juga telah memiliki teknologi terbaru yaitu sistem datalink MUM-TX L-3 Communications yang memungkinkan awak helikopter untuk mengendalikan drone (UAV).

Tim Penerbad Satgasrat Brigif Raider 9 Kostrad
Helikopter Apache AH-64E Indonesia. Kredit: kostrad.mil.id

Tidak hanya itu, helikopter AH-64E juga dilengkapi dengan beberapa fitur khusus untuk menunjang kemampuannya dalam melaksanakan misi tempur. Fitur–fitur tersebut di antaranya sistem radar penjejak target dan kendali penembakan Longbow, sistem deteksi target M-TADS, peluru kendali atau rudal udara ke darat AGM 114 Hellfire dengan daya jangkau efektif 8 kilometer, roket Hydra kaliber 70 milimeter, pylon peluncur rudal udara ke udara yang dapat dipersenjatai dengan rudal AIM-9 Sidewinder, Stinger, Mistral dan atau Sidearm.

Kunjungi Juga:  Lagi! PT DI Mengirimkan Helikopter Bell-412EPI yang Ketiga Untuk TNI AD

Sementara untuk menghadapi peperangan gerilya helikopter Apache AH-64E juga dilengkapi kanon M230 kaliber 30 milimeter yang mampu menembakkan sebanyak 625 butir peluru per menit nya. Untuk menunjang sistem deteksi target M-TADS, serta radar penjejak target dan kendali penembakan Longbow, helikopter serang ini juga dilengkapi perangkat Forward Looking Infra Red atau FLIR yang dapat digunakan untuk mencari sasaran dengan menggunakan gelombang infra merah. Sehingga Apache dapat mendeteksi sasaran dalam keadaan gelap gulita sekalipun.

Helikopter Apache AH-64E Indonesia. Kredit: youtube/TNI Indonesia TV

Helikopter Apache tiba di Indonesia pada 16 Mei 2018. Pemerintah membeli Apache dari Amerika Serikat dengan harga sekitar Rp 500 miliar per unit. Helikopter ini diklaim menjadi helikopter paling canggih yang dimiliki oleh TNI AD, dilansir dari media nasional.tempo.co, Sabtu (21/07/2020). Pengadaan helikopter Apache merupakan hasil kerja sama dengan pemerintah AS melalui Program Manegement Office (PMO) menggunakan skema Government to Government (G to G). Pengadaan helikopter ini menjadi bagian dari program modernisasi alat utama sistem persenjataan atau Alutsista TNI sesuai Rencana Strategis Pertahanan Negara dan program Minimum Essential Force (MEF).

Sumber Referensi:

  1. http://kostrad.mil.id/post_kegiatan/tim-penerbad-satgasrat-brigif-raider-9-kostrad-uji-tembakan-apache/
  2. https://nasional.tempo.co/read/1109230/mengintip-kandang-8-helikopter-apache-tni-ad-di-semarang/full&view=ok
  3. https://www.viva.co.id/militer/militer-indonesia/1212515-helikopter-tempur-tni-ad-tercanggih-di-asia-tenggara-singapura-lewat
  4. https://www.youtube.com/watch?v=lvPywv8UDJs
  5. https://www.pinterest.at/pin/387802217908928148/
Share this article
Seorang militer enthusiast dan silent reader dibeberapa forum serta website militer baik dalam maupun luar negeri yang akhirnya memutuskan untuk mulai menulis diblog ini. Hobby mengoleksi artikel, literatur, buku serta apapun yang berhubungan dengan militer.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *