Inilah Spesifikasi dari Talisman Airborne Defense Suite, Active Jammer Pod yang Melengkapi “Flanker” Indonesia

Talisman Airborne Defense Suite

Seperti kita ketahui bersama pesawat tempur kebanggaan Indonesia, Sukhoi telah menyelesaikan proses perawatan berat (overhaul) dan modernisasi di salah satu negara pecahan Uni Soviet, Belarusia. Secara total ada 4 unit pesawat tempur yang dikirim ke Belarusia diantaranya, Sukhoi-27SK (TS-2701 dan TS-2702) serta Sukhoi-30 (TS-3001 dan TS-3002). Keempat pesawat tempur Sukhoi tersebut merupakan generasi pertama yang didatangkan pada era Presiden Megawati Soekarnoputri sehingga memang sudah sewajarnya untuk di laksanakan perawatan berat (overhaul) dan modernisasi agar kemampuan dan kapabilitasnya setara dengan pesawat tempur Sukhoi versi terbaru yang di akusisi pada periode 2008 – 2013. Secara keseluruhan TNI Angkatan Udara memiliki total 16 unit pesawat tempur Sukhoi yang terdiri dari 4 unit pesawat tempur Sukhoi-27SKM dan 12 unit pesawat tempur Sukhoi-30MK2 yang “bersarang” di Skadron Udara 11 Lanud Hasanuddin, Makassar.

Untuk menggadapi tantangan dari dinamika perkembangan zaman khususnya terkait dengan pertempuran udara yang dalam beberapa tahun terakhir didominasi oleh keterlibatan unsur electronic warfare (EW), maka TNI Angkatan Udara memutuskan untuk berinvestasi pada perangkat electronic warfare/peperangan elektronik serta mengintegrasikannya pada aset pesawat tempur yang dimiliki oleh TNI AU. Mengutip dari laman egi-inovasi.com, diinformasikan bahwa pesawat tempur Sukhoi-30MK2 milik TNI AU sedang melaksanakan trial dan testing dengan menggunakan perangkat Talisman Airborne Defense Suite bertempat di Lanud Hasanuddin, Makassar.

Uji Coba Perangkat Talisman Airborne Defense Suite
Tes dan uji coba dari perangkat jammer Talisman Airborne Defense Suite.
Kredit: egi-inovasi.com

Dalam keterangan resminya egi-inovasi.com menyebutkan sedang melaksanakan uji coba dan pengujian dari perangkat jammer Talisman Airborne Defense Suite untuk pesawat tempur Sukhoi milik TNI AU. Dalam proses uji coba dan pengujian tersebut kondisi dari perangkat dari ADS (Talisman Airborne Defense Suite) tersebut dipantau secara berkesinambungan baik pada fase pra penerbangan (didarat) dan selama penerbangan berlangsung. Sistem pengujian internal memastikan penelusuran dalam pengoperasian peralatan, serta deteksi dan lokalisasi kegagalan peralatan dalam keakuratan tinggi. Perangkat jammer Talisman Air Defense System memiliki 2 mode yaitu, mode operasi “ELECTRONICS STEALTH” dan mode operasi “FALSE TARGET”. Diakhir laporannya, perusahaan tersebut menyatakan bahwa hasil uji coba dan pengujian di Makassar berjalan dengan sukses dan sangat memuaskan.

Talisman Airborne Defense Suite

Talisman Airborne Defense Suite merupakan salah satu produk dari perusahaan pertahanan asal Belarusia, Defense Initiatives yang dimana perusahaan ini merupakan perusahaan yang terspesialisasi dalam mengembangkan berbagai perangkat inovatif dan berteknologi tinggi khususya dalam domain electronic warfare/peperangan elektronik. Melansir dari website perusahaan ini defin.by, Sabtu (20/03/2021), diinformasikan bahwa perangkat peperangan elektronik Talisman Airborne Defense Suite memiliki spesifikasi yaitu, beroperasi secara simultan di rentang frekuensi 2.0-18.0 GHz, sehingga mampu untuk melakukan jamming pada 10 sasaran yang berbeda. Sementara daya yang dibutuhkan jammer pod ini mencapai 1400 Watt. Secara keseluruhan perangkat ini memiliki dimensi 245 х 185 х 2138 mm dan berat 65 kg.

Kunjungi Juga:  Inilah Profil Rudal MdCN Versi Angkatan Laut dari Rudal Storm Shadow/SCALP

Karakteristik dari perangkat jammer Talisman Airborne Defense Suite

Perangkat Jammer Talisman Airborne Defense Suite ini dirancang untuk memberikan perlindungan maksimal kepada pesawat tempur dari berbagai ancaman seperti:

  • Semua jenis rudal Air-to-Air (udara ke udara) dan Surface-to-Air (anti pesawat) yang menggunakan sistem pemandu berbasiskan radar aktif (semi-aktif).
  • Semua jenis rudal Air-to-Air (udara ke udara) dan Surface-to-Air (anti pesawat) yang menggunakan sistem pemandu berbasiskan elektro-optik (inframerah).
  • Sistem pertahanan udara berbasis darat, seperti SAM (Surface Air Missile)
  • Perangkat ini juga melindungi pesawat dari insiden “friendly fire” dari tembakan yang tidak disengaja oleh pesawat kawan dan sistem pertahanan udara
Perangkat Jammer Talisman Airborne Defense Suite
Perangkat jammer Talisman Airborne Defense Suite.
Kredit: egi-inovasi.com

Keunggulan dari perangkat Jammer Talisman Airborne Defense Suite

  • Beroperasi secara otomatis (tanpa intervensi pilot / operator) terhadap semua jenis ancaman yang tidak bersahabat.
  • Tidak menyebabkan gangguan radiasi terhadap pesawat tempur pembawa perangkat tersebut.
  • Penggunaan perangkat jammer ini tidak membatasi taktik tempur udara dari pesawat yang dilindungi.
  • Saat berada didalam formasi, pesawat pembawa perangkat ini dapat dengan aman melindungi semua pesawat sekutu yang tidak membawa perangkat ini.
  • Memiliki kompatibilitas penuh dengan peralatan elektronik dari pesawat yang dilindungi.
Video promosi dari perangkat Jammer Talisman Airborne Defense Suite.
Kredit: youtube/Ronald Cohn

Penutup

Di era pertempuran udara modern yang melibatkan berbagai domain, keberadaan dari perangkat electronic warfare/peperangan elektronik memegang peranan vital dalam menentukan keberhasilan dalam meraih air supremacy/dominasi udara. Ini dibuktikan diberbagai palagan peperangan yang dimana serangan pembuka selalu didahului oleh serangan rudal presisi atau serangan elektronik secara masif dengan tujuan untuk membutakan sistem pertahanan musuh. Amerika Serikat dan Israel adalah contoh dimana mereka telah mendemontrasikan dengan sukses dari peperangan elektronik modern di abad ke-21 ini. Maka tidak mengherankan jika banyak pihak yang berlomba-lomba untuk mengembangkan dan melengkapi alutsistanya khususnya pesawat tempurnya dengan perangkat electronic warfare/peperangan elektronik mutakhir.

Kunjungi Juga:  Roadmap Pengembangan Roket Peluncur Satelit Indonesia

Di kawasan ASEAN dan Australia, kita dapat dikatakan tertinggal dalam melengkapi aset garis depan kita dengan perangkat electronic warfare/peperangan elektronik, dimana tetangga-tetangga kita seperti, Australia, Singapura, Malaysia, Vietnam dll sudah terlebih dahulu melengkapi armadanya dengan kemampuan electronic warfare/peperangan elektronik yang mumpuni. Bahkan, RAAF (Royal Australian Air Force) telah mengakuisisi dan mengoperasikan pesawat spesialis peperangan elektronik EA-18G “Growler” yang bisa dikatakan menjadi semacam “game changer” dikawasan, berbekal dari pengalaman setelah melaksanakan latih tanding dengan armada Flanker kita pada gelaran Pich Black beberapa tahun silam. Namun, walaupun terlambat kita patut bersyukur karena TNI Angkatan Udara telah membuka diri dengan mulai berinvestasi pada peralatan pendukung dari armada Sukhoi-nya, salah satunya melalui perangkat Jammer Talisman Airborne Defense Suite. Penulis berharap semoga kedepannya armada pesawat tempur kita yang lain khususnya dari blok barat dapat sesegera mungkin dilengkapi dengan perangkat electronic warfare/peperangan elektronik sejenis.

Share this article
Talisman Airborne Defense Suite
Next Post

No more post

Seorang militer enthusiast dan silent reader dibeberapa forum serta website militer baik dalam maupun luar negeri yang akhirnya memutuskan untuk mulai menulis diblog ini. Hobby mengoleksi artikel, literatur, buku serta apapun yang berhubungan dengan militer.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *