Singapura Menerima Helikopter H225M Pertamanya

Singapura Menerima Helikopter H225M Pertamanya

Helikopter H225M atau yang biasa kita kenal sebagai “Caracal” merupakan salah satu helikopter buatan Airbus Helicopters (dulunya Eurocopter) yang sudah wara-wiri di negara kita tercinta, Indonesia. Helikopter ini dirakit oleh perusahaan dirgantara dalam negeri, PT Dirgantara Indonesia dibawah lisensi untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri khususnya TNI dalam mendukung pelaksanaan berbagai misi operasional. Jika Indonesia telah telebih dahulu menggunakan helikopter ini, maka salah satu tetangga kita, Singapura baru saja menerima helikopter H225M Caracal pertamanya.

Mengutip dari siaran pers resmi airbus.com, Senin (29/03/2021), menginformasikan bahwa perusahaan tersebut telah mengirimkan helikopter kelas menengah H225M pertamanya ke Republic of Singapore Air Force (RSAF). Helikopter tersebut diangkut menggunakan pesawat carteran kelas berat Antonov An-124 yang berangkat dari Bandara Marignane di Marseille, Prancis menuju pangkalan RSAF di Paya Lebar. Pengiriman awalnya dijadwalkan pada akhir tahun lalu tetapi ditunda karena masalah rantai pasokan yang diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

“Airbus sangat senang merayakan pencapaian penting ini bersama RSAF. Pengiriman ini sangat signifikan karena Airbus dan RSAF berhasil mengatasi tantangan yang diakibatkan oleh pandemi COVID-19 pada tahun 2020 untuk merealisaskan penyerahan helikopter ini sesuai dengan jadwal. RSAF telah menjadi mitra jangka panjang Airbus sejak helikopter Aerospatiale SA316B Alouette III telah beroperasi dalam layanan RSAF selama lebih dari 50 tahun yang lalu. Kami menghargai kepercayaan yang diberikan Singapura pada helikopter kami, dan kami berharap H225M memainkan peran penting di RSAF untuk tahun-tahun mendatang.”

 CEO Airbus Helicopters Bruno Even

Sebelumnya, Singapore’s Ministry of Defense/Kementerian Pertahanan Singapura menandatangani pesanan untuk pengadaan helikopter H225M pada bulan November 2016. Jumlah helikopter yang diakusisi belum diketahui secara pasti tetapi diyakini berjumlah sekitar 16 helikopter. Helikopter ini dimaksudkan untuk menggantikan helikopter Super Puma AS332M1 yang pertama kali memasuki layanan pada tahun 1983 dan beroperasi di Skuadron 125 di Sembawang dan Skuadron 126 di Oakey, Queensland, Australia. Helikopter tersebut nantinya akan digunakan dalam berbagai misi seperti, bantuan serangan udara, search and rescue, evakuasi aeromedis, dan keamanan maritim, serta juga akan difungsikan untuk misi kemanusiaan dan bantuan bencana alam. Kedua skuadron diatas juga mengoperasionalkan helikopter AS532UL Cougar dan akan digunakan bersama dengan helikopter ini.

Helikopter H225M RSAF
Helikopter H255M Caracal RSAF.
Kredit: twitter/@AirbusHeli

Menurut penulis, besar kemungkinan Singapura memilih helikopter H225M Caracal tersebut dikarenakan kemampuannya untuk mendarat di lapangan pendaratan dengan luas 80 meter persegi dan kemiripan/kesamaannya dengan platform sebelumnya (helikopter Super Puma AS332M1 yang telah digunakan selama ini), yang berarti untuk mendukung pengoperasian helikopter ini, Singapura tidak harus memulai dari nol sehingga pada akhirnya menghemat biaya, memudahkan transisi dan pelatihan pilot serta kru lapangan, memudahkan perawatan dll.

Kunjungi Juga:  PT PAL Sukses Meluncurkan Kapal Bantu Rumah Sakit (BRS) Pesanan TNI AL

Selain mengakuisisi helikopter H225M Caracal, ditahun yang sama Singapura juga telah memesan helikopter kelas berat CH-47F Chinook yang diproduksi oleh perusahaan dirgantara terbesar di dunia, Boeing dalam jumlah yang tidak diungkapkan ke publik. Helikopter ini kemungkinan besar akan me-replace/mengganti setidaknya setengah dari armada helikopter kelas beratnya, sehingga jumlah keseluruhan armada helikopter kelas berat Singapura berjumlah sekitar 16-18 unit. Helikopter CH-47F Chinook pesanan Singapura tersebut telah menyelesaikan “first flight” perdananya dan pengirimannya dijadwalkan akan diharapkan dilangsungkan pada akhit tahun ini.

Helikopter H225M Caracal tidak lain dan tidak bukan merupakan nama “baru” dari helikopter  EC725 Super Cougar yang dimana dilengkapi dengan avionik generasi terbaru, mesin baru dan ruang/kabin yang telah diperbesar sehingga mampu menampung hingga 28 tentara. Helikopter H225M miliki Singapura juga akan dilengkapi dengan turret/menara elektro-optik yang dipasang pada bagian nose/hidung helikopter yang dimana mampu mentransmisikan full motion image/gambar bergerak dalam kondisi cahaya low/redup, bersama dengan paket pertahanan diri yang kemungkinan besar diproduksi oleh kontraktor pertahanan Israel, Elbit Systems. Disamping digunakan oleh Indonesia dan Singapura, helikopter ini juga digunakan oleh Prancis, Brazil, Hongaria, Kuwait, Malaysia, Meksiko, dan Thailand. Dengan 104 unit dalam pelayanan, helikopter ini telah mengumpulkan lebih dari 143.000 jam terbang.

Share this article
Seorang militer enthusiast dan silent reader dibeberapa forum serta website militer baik dalam maupun luar negeri yang akhirnya memutuskan untuk mulai menulis diblog ini. Hobby mengoleksi artikel, literatur, buku serta apapun yang berhubungan dengan militer.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *