PUNA MALE Elang Hitam Ditargetkan Selesai Tahun Ini

PUNA MALE Elang Hitam Ditargetkan Selesai Tahun Ini

Setelah setahun sebelumnya Indonesia secara mengejutkan memperkenalkan Pesawat Udara Nir-Awak jenis Medium Altitude Long Endurance (PUNA MALE) yang diberi nama Elang Hitam, lantas bagaimana perkembangan dari drone ini?. Mengutip dari laman ekonomi.bisnis.com, Senin (25/01/2021) Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) memastikan bahwa pengembangan drone PUNA MALE Elang Hitam menjadi salah satu dari delapan fokus pengembangan Teknologi Bangun Indonesia Maju. Tahun ini, drone tersebut akan dikembangkan ke tingkat kombatan.

“Bersama dengan Konsorsium PUNA MALE Elang Hitam, BPPT akan melanjutkan pengembangan ke tingkatan kombatan sesuai dengan arahan Presiden RI dalam menjaga teritori Indonesia di area perbatasan”.

Kepala BPPT, Hamman Riza

BPPT pada tahun ini akan melaksanakan integrasi dan uji terbang Elang Hitam tipe 1, serta dilanjutkan dengan melaksanakan kegiatan desain, analisis, dan manufaktur wahana Elang Hitam tipe 2 dan 3. Inisiasi pengembangan PUNA MALE telah dimulai oleh Balitbang Kemhan sejak 2015 dengan melibatkan TNI, Ditjen Pothan Kemhan, BPPT, ITB, dan PT Dirgantara Indonesia (Persero). Nantinya, pesawat ini akan dioperasikan oleh TNI Aangkatan Udara.

PT Dirgantara Indonesia (PTDI) telah sukses memproduksi PUNA MALE yang mampu terbang terus menerus selama 24 jam. Pada tahun lalu, PTDI kembali memproduksi purwarupa dua PUNA MALE untuk tujuan uji terbang dan uji kekuatan struktur di BPPT. Pada tahun ini pula, proses sertifikasi produk militer juga akan dimulai dan diharapkan pada akhir 2021 sudah mendapatkan sertifikat tipe dari Pusat Kelaikan Kementerian Pertahanan RI (IMAA).

Pesawat Nirawak PUNA MALE Elang Hitam
Pesawat Nirawak PUNA MALE Elang Hitam.
Kredit: liputan6.com

Sementara itu, untuk integrasi sistem senjata pada purwarupa PUNA MALE dilakukan mulai tahun 2020 dan diproyeksikan mendapatkan sertifikasi tipe produk militer pada akhir tahun 2023. Dengan kemandirian ini, PUNA MALE buatan Indonesia dapat mengisi kebutuhan squadron TNI AU untuk dapat mengawasi wilayah NKRI melalui wahana udara.

Kunjungi Juga:  Breaking News! Pendukung Pro Trump Menyerbu Kantor Kongres Amerika Serikat

Drone PUNA MALE ini telah dikembangkan sejak tahun 2015 dan merupakan kerja “gotong royong” antara BPPT, PT Dirgantara Indonesia, PT LEN Industri, Lapan, Institut Teknologi Bandung, TNI Angkatan Udara, serta Kementerian Pertahanan. Sosok drone Elang Hitam ini muncul pertama kali dikeluarkan dari hanggar di kompleks PT Dirgantara Indonesia di Bandung, 30 Desember 2019.

Drone PUNA MALE Elang Hitam
Pesawat Nirawak PUNA MALE Elang Hitam.
Kredit: liputan6.com

Dalam proses pengembangannya, masing-masing anggota Konsorsium menyumbangkan inovasinya untuk pengembangan PUNA MALE. Sebagai contoh, PT Dirgantara Indonesia membangun airframe pesawat. Sedangkan PT LEN Industri membangun sistem kontrol dan senjata, serta Lapan menyumbangkan pengembangan teknologi SAR (synthetic-aperture radar).

Dari sisi spesifikasi Drone PUNA MALE Elang Hitam memiliki panjang 8,3 meter dan bentang sayap 16 meter dengan kemampuan take off dan landing sekitar 700 meter dengan kemampuan terbang di ketinggian 20.000 feet. Adapun kecepatan maksimum drone ini dapat mencapai 235 kilometer per jam dengan durasi terbang sekitar 30 jam dan dirancang mampu mengusung beban hingga 300 kilogram. Secara keseluruhan, konsorsium PUNA MALE merancang drone Elang Hitam mengikuti Design, Requirement, and Objectives (DRO) yang disepakati untuk dipergunakan oleh TNI Angkatan Udara.

Pesawat nirawak PUNA MALE Elang Hitam.
Kredit: youtube/BPPT RI

Untuk Kedepannya, drone ini diharapkan dapat membantu menjaga kedaulatan NKRI, mengingat kebutuhan pengawasan di udara terus bertambah seiring dengan meningkatnya ancaman didaerah perbatasan, terorisme, penyelundupan, pembajakan, serta pencurian sumber daya alam seperti ilegal logging dan ilegal fishing. Selain itu, proyek ini dapat menumbuh kembangkan industri dalam negeri yang sesuai dengan mandat Undang-Undang No.16 tahun 2012 tentang Industri Pertahanan.

Secara khusus penulis berharap, dengan kehadiran program PUNA MALE Elang Hitam kita mampu untuk menguasai “core technology” (teknologi kunci) dari pesawat nir-awak diantaranya, flight control system, weapon platform integration, electro optic targetting system, hingga penguasaan teknologi material komposit. Karena keseluruhan teknologi kunci diatas tidak akan diberikan oleh negara lain secara cuma-cuma.

Share this article
Seorang militer enthusiast dan silent reader dibeberapa forum serta website militer baik dalam maupun luar negeri yang akhirnya memutuskan untuk mulai menulis diblog ini. Hobby mengoleksi artikel, literatur, buku serta apapun yang berhubungan dengan militer.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *