PT LEN Jajaki Joint Production and Development Peralatan C4ISR dengan Rohde & Schwarz

Len Jajaki Joint Production and Development Peralatan C4ISR dengan Rohde Scwarz

Setelah sebelumnya, penulis menginformasikan bahwa delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Dirjen Pothan Kemhan (Mayor Jenderal TNI Dadang Hendrayudha) ikut membawa serta 12 industri pertahanan nasional untuk berpartisipasi dalam gelaran pameran pertahanan IDEX dan NAVDEX di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Dalam pameran pertahanan internasional 2 tahunan tersebut, delegasi Indonesia juga mendirikan Pavilium Indonesia yang bertujuan untuk mempromosikan produk-produk hasil industri pertahanan dalam negeri ke pasar luar negeri, khususnya di wilayah Uni Emirat Arab. Selain itu, even ini juga dimanfaatkan untuk membangun jaringan mitra di luar negeri, terutama partner teknologi kunci yang ikut hadir dalam pameran.

Salah satu perusahaan pertahanan dalam negeri yang bergerak dibidang peralatan elektronik, PT LEN tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut untuk menjajaki kerja sama dengan mitra barunya. Mengutip siaran pers resmi len.co.id, Selasa (23/02/2021), mengumumkan pada hari ini, Len Industri dan Rohde & Schwarz melakukan penandatanganan NDA dan penjajakan kerja sama untuk joint production and development alat komunikasi militer guna membangun kemampuan network centric warfare TNI melalui sistem C4ISR (Command, Control, Communications, Computers, Intelligence, Surveillance and Reconnaissance) yang terintegrasi. Penandatangan tersebut disaksikan oleh Dirjen Pothan Kemhan Mayjen TNI Dadang Hendrayudha di booth Len Industri.

“PT Len Industri saat ini di tengah masa transformasi menjadi holding BUMN Industri Pertahanan Indonesia dengan nama DEFEND ID. Lima (5) perusahaan BUMN yakni PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad, PT PAL Indonesia, PT Dahana dan PT Len Industri sebagai holding company (induk perusahaan) akan digabung dalam DEFEND ID oleh Kementerian BUMN.”

Direktur Bisnis dan Kerjasama PT Len Industri (Persero), Wahyu Sofiadi

Sebagai langkah untuk masuk ke global supply chain technology partner, Len Industri dan BUMN Industri Pertahanan memiliki rencana strategic partnership dengan perusahaan global di 3 matra (darat, laut, udara). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan penguasaan kompetensi kunci dan memandirikan industri pertahanan dalam negeri. Sehingga berimbas pada peningkatan sustainability dan skala bisnis, adanya recurring income dari bisnis MRO (Maintenance, Repair & Overhaul), hingga pengurangan ketergantungan impor produk utama.

Pavilium Indonesia di IDEX NAVDEX 2021
Pavilium Indonesia dalam IDEX & NAVDEX 2021.
Kredit: twitter/@LenIndustri

DEFEND ID memiliki target ambisius dalam jangka waktu menengah ke depan, yakni menjadi Top 50 perusahaan bidang industri pertahanan di dunia. Selain juga mencanangkan target skor TRL & MRL (Technology Readiness Levels & Manufacturing Readiness Level) di angka 8-8 dan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di atas 50% untuk proyek-proyek pertahanan.

Kunjungi Juga:  Austria Memesan 30 Unit Tambahan Pandur 6X6 Evolution

Disamping PT LEN, industri pertahanan lainnya (baik nasional dan swasta) juga ikut berpartisipasi dalam gelaran IDEX dan NAVDEX 2021 seperti, PT. DI, PT. Pindad, PT. PAL Indonesia, PT Fallah Inovasi Teknologi, PT Fazza Royal Yantasir Simulasi, PT Infoglobal Teknologi Semesta, PT Indo Pacific Communication & Defence (IPCD), PT Persada Aman Sentosa, PT Ridho Agung Mitra Abadi, PT SSE, serta PT Jala Berikat Nusantara.

Share this article
Seorang militer enthusiast dan silent reader dibeberapa forum serta website militer baik dalam maupun luar negeri yang akhirnya memutuskan untuk mulai menulis diblog ini. Hobby mengoleksi artikel, literatur, buku serta apapun yang berhubungan dengan militer.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *