Pesawat Tempur Dassault Rafale F-3R Mencapai Kemampuan Operasional Penuh (FOC)

Pesawat Tempur Dassault Rafale F-3R Mencapai Kemampuan Operasional Penuh (FOC)

Pesawat tempur yang saat ini di Indonesia sedang naik daun setelah sebelumnya sering disebutkan oleh beberapa pejabat termasuk Menhan, Prabowo Subianto serta ditambah bocornya dokumen yang berisikan daftar rencana akuisisi alutsista dalam 4 tahun kedepan pasca Rapim TNI tahun 2021. Semakin membuat heboh kawasan netizen didalam negeri khususnya para pemerhati dunia militer terkait wacana pengadaan “sang badai” Dassault Rafale ke tanah air dalam rangka memperkuat alutsista khususnya yang dimiliki oleh TNI Angkatan Udara. Nah, dinegara asalnya pesawat tempur Dassault Rafale F-3R baru saja mencapai “milestone” dengan mencapai full operational capability/kemampuan operasional penuh (FOC), dikutip dari siaran pers Kementerian Pertahanan Perancis defense.gouv.fr, Selasa (16/03/2021).

Dalam pengumuman itu diinformasikan juga bahwa kemampuan operasional penuh (FOC) dari pesawat tempur Dassault Rafale F-3R tersebut diputuskan oleh kepala staf Angkatan Udara dan Angkatan Laut Perancis. Keputusan tersebut diambil setelah pengembangan dan implementasi oleh dua kesatuan tersebut setelah mengevaluasi kemampuan baru dari pesawat yang dijuluki sebagai “Omnirole” tersebut sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Khususnya terkait integrasi dari rudal air to air jarak jauh MBDA Meteor dan Targeting Pod TALIOS.

Kombinasi dari radar AESA RBE2 dan rudal air to air jarak jauh Meteor pada Dassault Rafale F-3R memberikan keunggulan udara yang signifikan dan memberikan peluang yang lebih besar untuk menembak jatuh targetnya. Selain itu, Dasault Rafale standar F-3R sekarang dapat menggunakan targeting pod resolusi tinggi TALIOS, yang mampu melaksanakan pencitraan dengan jangkauan yang melampaui pendahulunya. Pod ini memberikan kemampuan yang sangat ditingkatkan untuk misi intelijen, akuisisi, pelacakan, dan penargetan misi. Secara khusus, Rafale akan memiliki kemampuan penargetan baru yang lebih efektif untuk target statis atau bergerak, kemampuan deteksi otomatis untuk target bergerak dan antarmuka human machine baru yang ramah pengguna.

Kunjungi Juga:  Breaking News! Pendukung Pro Trump Menyerbu Kantor Kongres Amerika Serikat

Berkat integrasi targeting pod tersebut memberikan Dassault Rafale F-3R kemampuan serangan darat yang lebih baik. Sekarang pesawat tersebut memiliki kapabilitas untuk mengatur flight time amunisi, laser illumination dan pengaturan senjata dalam penerbangan, khususnya untuk senjata AASM air to ground modular dengan sistem pemandu laser. Dalam versi terbaru ini, pesawat tersebut telah dilengkapi dengan Automatic Ground Collision Avoidance System/Sistem Penghindaran Tabrakan Darat Otomatis (AGCAS) sebuah sistem yang membantu memulihkan pesawat saat pilot dalam “out of condition” akibat dari manuver yang berbahaya atau sebab lainnya. Sistem ini adalah standar terbaru untuk pesawat tempur modern zaman now.

Kepala Staf Angkatan Udara dan Laut Perancis
Kepala Staf Angkatan Udara dan Laut Perancis memutuskan kemampuan FOC dari Pesawat Tempur Dassault Rafale F-3R.
Kredit: twitter/@Armee_de_lair

Angkatan Laut Perancis (Marine Nationale) menerima pengiriman pesawat tempur Dassault Rafale M pertamanya yang diupgrade ke standar F-3R pada bulan Desember 2018. Unit pertama yang menggunakan standar Rafale M baru adalah skuadron “Flotille 11F”. Pesawat tersebut memulai debutnya secara mencolok dengan terbang di atas Suriah dari kapal induk Charles de Gaulle pada tanggal 29 Januari 2020.

Adapun kemampuan terbaru dari pesawat tempur Dassault Rafale standar F3-R yaitu sebagai berikut:

  • Kemampuan superioritas udara dengan:
    • rudal METEOR dan radar yang kuat (termasuk dalam situasi peperangan elektronik yang masif)
    • sistem peperangan elektronik Spectra yang ditingkatkan
    • kemampuan peringatan dini terhadap berbagai ancaman yang telah ditingkatkan
  • Peningkatan resistensi terhadap gangguan GPS.
  • Peningkatan interoperabilitas dengan aset sekutu.
  • Peningkatan kemampuan identifikasi dan penargetan target darat dengan integrasi targeting pod baru (TALIOS).
  • Peningkatan kemampuan pengisian bahan bakar udara-ke-udara dengan integrasi pod generasi baru (NARANG).
  • Integrasi bom berpemandu laser GBU16 500kg.
  • Peningkatan keselamatan penerbangan dengan integrasi Automatic Ground Collision Avoidance System/Sistem Penghindaran Tabrakan Darat Otomatis (AGCAS).
  • Perbaikan sistem pendukung dengan diagnosis kegagalan yang dipercepat dan lebih tepat.
Kunjungi Juga:  Yunani akan Menerima 6 Pesawat Tempur F-35 yang Awalnya di Miliki Oleh Turki

Dimasa depan pesawat tempur kebanggan Perancis tersebut akan ditingkatkan dengan standar F4 yang dimana menawarkan solusi konektivitas inovatif untuk mengoptimalkan networked combat/pertempuran berbasis jaringan, radar dan sensor optronik yang ditingkatkan, helmet mounted integrated targeting (HMIT) dan senjata terintegrasi baru seperti rudal air to air baru Mica NG.

Share this article
Seorang militer enthusiast dan silent reader dibeberapa forum serta website militer baik dalam maupun luar negeri yang akhirnya memutuskan untuk mulai menulis diblog ini. Hobby mengoleksi artikel, literatur, buku serta apapun yang berhubungan dengan militer.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *