TNI Kerahkan Ribuan Personel Untuk Membantu Evakuasi Pesawat Sriwijaya Air SJ 182

Pesawat Sriwijaya air SJ-182

Kabar duka menyelimuti dunia penerbangan tanah air dimana pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan rute Jakarta – Pontianak dikabarkan jatuh di sekitar perairan Kepulauan Seribu. Melansir dari laman berita merdeka.com, Minggu (10/01/2021), pesawat yang dipiloti Kapten Afwan lepas landas dari Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten setelah sebelumnya sempat menunda jadwal keberangkatan selama 30 menit dikarenakan cuaca buruk. Pesawat naas tersebut hilang kontak setelah empat menit lepas landas. Pesawat bernomor registrasi PK CLC jenis Boeing 737-500 itu hilang kontak pada posisi 11 nautical mile di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang.

Merespon musibah tersebut, TNI mengerahkan total 1.398 personel gabungan tiga matra untuk mendukung operasi penyelamatan dan evakuasi korban pesawat Sriwijaya Air SJ182 yang jatuh di Kepulauan Seribu, Jakarta Utara. Secara rinci, TNI Angkatan Laut (AL) menerjunkan 1.218 personel dengan bantuan enam Sea Rider, enam perahu karet, dan 25 alat selam. Sedangkan TNI Angkatan Darat (AD) menurunkan 130 personel dan TNI Angkatan Udara (AU) 50 orang dengan dua helikopter.

“Total keseluruhan personel yang dilibatkan yaitu berjumlah 1.398 orang. Materiil: 6 Sea Rider, 6 perahu karet, 25 alat selam. Alutsista: 16 KRI, 5 helikopter, 1 CN 295, 1 Boeing Intai.” 

Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto

Dihari kedua pencarian pesawat Sriwijaya Air SJ 182 telah mengalami kemajuan dengan ditemukannya sejumlah barang bukti yang diduga berkaitan dengan bagaian dari pesawat Sriwijaya Air tersebut. Barang bukti itu mulai dari serpihan pesawat, kabel, pecahan ban, tumpahan minyak, bagian tubuh, properti milik penumpang dan lainnya.

Kunjungi Juga:  Mantap! KRI Teluk Kendari 518 & KRI Teluk Kupang 519 Resmi Diserah Terimakan

Disamping temuan dari barang atau properti dari pesawat naas tersebut, patut kita syukuri bersama bahwa tim SAR gabungan telah menemukan titik lokasi dari black box pesawat beserta potongan dari bagian pesawat yang lebih besar lainnya didasar laut. Adapun alutsista strategis yang berperan penting dalam menemukan sinyal dari black box tersebut yaitu KRI Rigel. Kapal tersebut merupakan kapal survei strategis yang memiliki kemampuan spesifik untuk mengambil gambar tiga dimensi di bawah laut.

Berdasarkan data yang diterima oleh KRI Rigel diketahui bahwa sinyal dari black box pesawat Sriwijaya Air SJ 182 telah terdeteksi di kedalaman 17 – 20 meter. Yang kemudian ditindak lanjuti oleh tim penyelam yang mulai mencari disekitar tempat yang diduga lokasi dari black box pesawat tersebut. Untuk tim penyelam sendiri terdiri dari 17 Personel Denjaka, 14 Personel Taifib, 23 personel Kopaska dengan perlengkapan mulai dari searider, perahu karet, peralatan selam, alat komunikasi bawah air, GPS bawah air, dan kamera bawah air.

Sementara itu, untuk mengangkat bagian pesawat yang besar seperti badan pesawat. TNI telah berencana untuk menyiapkan kapal yang dilengkapi dengan penderek untuk mengangkat badan pesawat tersebut. Hingga sampai artikel ini dibuat, pencarian terhadap pesawat Sriwijaya Air SJ 182 masih terus dilanjutkan. Penulis mengucapkan turut berduka cita atas jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ 182 dengan rute Jakarta – Pontianak. Semoga keluarga korban diberi ketabahan dan kesabaran dalam menghadapi musibah tersebut.

Share this article
Seorang militer enthusiast dan silent reader dibeberapa forum serta website militer baik dalam maupun luar negeri yang akhirnya memutuskan untuk mulai menulis diblog ini. Hobby mengoleksi artikel, literatur, buku serta apapun yang berhubungan dengan militer.

You May Also Like

3 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *