Pesawat Bomber Tu-22M3 Rusia Mengalami Masalah Teknis, 3 Awak Tewas

Pesawat Bomber Tu-22M3 Rusia Jatuh

Saat ini Angkatan Udara Rusia masih mengandalkan beberapa pesawat bomber sebagai bagian dari Triad Nuklir negara tersebut. Adapun armada dari pesawat bomber AU Rusia meliputi, Tu-95MS, Tu-22M3 dan Tu-160MS. Sayangnya sebagian besar dari armada pesawat bomber Rusia berasal dari era peninggalan perang dingin sehingga dari segi usia sudah “berumur”. Apalagi seperti kita ketahui bersama Rusia cukup aktif menerbangkan pesawat bomber-nya dalam berbagai misi seperti, kampanye Suriah dan lain sebagainya. Dengan intensitas penerbangan yang tinggi tentu akan berdampak langsung terhadap kondisi dari pesawat bomber tersebut. Baru-baru ini media dalam negeri Rusia melaporkan bahwa salah satu dari pesawat pembom jarak jauh Angkatan Udara Rusia, Tu-22M3 mengalami mesalah teknis yang menyebabkan kecelakaan tragis di lapangan udara dekat Kaluga, dikutip dari media milik pemerintah Rusia ria.ru, Selasa (23/03/2021).

Sementara itu, laman berita Rusia lainnya tass.ru, Selasa (23/03/2021), melaporkan kecelakaan tersebut terjadi karena masalah teknis pada sistem ejeksi pesawat saat persiapan lepas landas yang mengakibatkan awaknya terlempar keluar dari pesawat. Karena ketinggian yang tidak memadai, kursi ejeksi yang digunakan pada pesawat Tu-22M3 tidak dapat melaksanakan siklus ejeksi secara lengkap sehingga parasut tidak memiliki waktu untuk mengembang dengan sempurna. Akibat kejadian tragis tersebut, tiga orang awak pesawat tewas di tempat, sementara awak keempat dirawat di rumah sakit dalam kondisi cedera yang sangat serius.

Bomber Tu-22M3 AU Rusia
Pesawat bomber Tu-22M3 Angkatan Udara Rusia.
Kredit: twitter

Seperti yang dilaporkan oleh otoritas sipil di wilayah tersebut, tidak ada warga sipil yang terluka dalam kecelakaan tersebut, tetapi tiga awak pesawat telah dilaporkan tewas, termasuk komandan resimen yang dalam kecelakaan tersebut bertugas sebagai instruktur. Kementerian Pertahanan Nasional Rusia mengumumkan bahwa sebuah komisi dari Angkatan Udara dan Luar Angkasa Rusia telah dikirim ke bandara untuk melakukan pemeriksaan teknis pesawat dan menemukan penyebab kecelakaan. Sejauh ini, belum ada informasi terperinci terkait asal muasal dari pesawat naas tersebut, kemungkinan besar pesawat bomber tersebut berasal dari Resimen Pembom Berat ke-52, yang ditempatkan secara permanen di pangkalan udara Szajkowka.

Kunjungi Juga:  Korea Selatan Akan Meluncurkan Prototipe KFX Pada Akhir April

Tupolev Tu-22M3 merupakan pesawat pengebom jarak jauh yang menggunakan konfigurasi sayap variabel geometri/sayap ayun dengan kemampuan untuk membawa senjata nuklir. Tu-22 melakukan penerbangan pertamanya pada tahun 1977 dan memasuki layanan dalam konfigurasi Tu-22М terakhirnya pada bulan Maret 1989. Sementra varian dari pesawat yang dimodernisasi yang dikenal sebagai Tu-22М3М, terbang untuk pertama kalinya pada bulan Desember 2018. Saat ini angkatan Udara Rusia memiliki lebih dari 70 unit pesawat pengebom Tu-22M3 yang berada dalam pelayanan. Tiga puluh di antaranya akan ditingkatkan ke standar Tu-22M3M, yang dimana pesawat pertama dari versi baru tersebut mulai beroperasi pada tahun 2019.

Jika kita melihat track record dari pesawat pengembom ini, pesawat dari keluarga Tu-22M termasuk dalam salah satu jenis teraman yang dioperasikan oleh Angkatan Udara Rusia. Kecelakaan ini merupakan kecelakaan tragis keempat dalam sejarah bomber Tu-22M3. Insiden sebelumnya dari pesawat ini juga terjadi di Szajków, ketika pada bulan Januari 2019 pesawat pembom Tu-22M3 berusaha melaksanakan prosedur pendaratan dalam kondisi cuaca yang sangat ekstrem, sayangnya pesawat tersebut jatuh dan terbakar. Dua awak tewas di tempat sementara awak ketiga meninggal di rumah sakit. Hanya komandan kru yang dilaporkan selamat dari kecelakaan tersebut. 

Note:

Karena kelalaian penulis mengakibatkan ketiadak-akuratan dalam penyampaian informasi terkait insiden ini, penulis memohon maaf sebesar-besarnya atas kesalahan penyampaian informasi dan segala kerugian yang ditimbulkan terkait kesalahan informasi yang penulis sebabkan. Untuk kedepannya, penulis akan berusaha lebih teliti dalam memilih sumber informasi sebagai sumber referensi. Penulis juga mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pembaca yang budiman yang telah mengingatkan/menegur/mengkritik sebagai akibat dari kesalahan informasi yang penulis sebabkan.

Share this article
Seorang militer enthusiast dan silent reader dibeberapa forum serta website militer baik dalam maupun luar negeri yang akhirnya memutuskan untuk mulai menulis diblog ini. Hobby mengoleksi artikel, literatur, buku serta apapun yang berhubungan dengan militer.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *