Amerika Serikat Kembali Menyetujui Penjualan Rudal Harpoon ke Taiwan

Penembakan Rudal Harpoon

Selang beberapa hari setelah Amerika Serikat menyetujui paket penjualan senjata baru untuk Taiwan, Amerika Serikat kembali menyetujui penjualan Rudal Harpoon ke Taiwan. Jika penjualan berlanjut sesuai rencana, Taiwan akan memiliki kemampuan untuk membalas (counter attack) yang kuat terhadap potensi serangan dari China.

Departemen Luar Negeri AS telah membuat keputusan untuk menyetujui kemungkinan Penjualan Militer Asing ke Taipei Economic and Cultural Representative Office in the United States atau Kantor Perwakilan Ekonomi dan Budaya Taipei di Amerika Serikat (TECRO) hingga seratus (100) Harpoon Coastal Defense Systems (HCDS) dan peralatan terkait dengan perkiraan biaya $ 2,37 miliar, dikutip dari pengumuman resmi dsca.mil, Senin (26/10/2020). Penjualan yang diusulkan ini melayani kepentingan nasional, ekonomi, dan keamanan AS dengan mendukung upaya berkelanjutan penerima untuk memodernisasi angkatan bersenjatanya dan untuk mempertahankan kemampuan pertahanan yang kredibel. Penjualan yang diusulkan ini sejalan dengan hukum dan kebijakan AS sebagaimana dinyatakan dalam Hukum Publik 96-8.

Amerika Serikat Kembali Menyetujui Penjualan Rudal Harpoon ke Taiwan
Peluncur Rudal Harpoon berbasiskan darat. Kredit: boeing.com

Dilihat secara detail, paket tersebut mencakup hingga 100 Harpoon Coastal Defense Systems (HCDS) dan peralatan terkait, termasuk hingga 400 rudal anti-kapal yang diluncurkan di permukaan RGM-84L-4 Harpoon Block II, ditambah empat RTM-84L-4, melansir dari thedrive.com, Selasa (27/10/2020). Juga termasuk 100 Unit Pengangkut Peluncur HCDS dan 25 truk radar. Selain itu, Taiwan akan menerima berbagai suku cadang, peralatan pendukung dan pengujian, publikasi dan dokumentasi teknis, pelatihan personel, dan peralatan pelatihan, ditambah bantuan teknis perwakilan pemerintah dan kontraktor AS, layanan dukungan teknik dan logistik, dan elemen dukungan logistik lainnya.

Menurut pengumuman Defense Security Cooperation Agency (DSCA), penjualan rudal tersebut akan “meningkatkan kemampuan Taiwan untuk menghadapai ancaman saat ini dan di masa depan dengan memberikan solusi yang fleksibel untuk menambah pertahanan permukaan dan udara yang ada. Penerima akan dapat menggunakan sistem yang sangat andal dan efektif untuk melawan atau mencegah agresi maritim, blokade pantai, dan serangan amfibi.”

Kunjungi Juga:  Navantia Meluncurkan Korvet Avante 2200 Yang Kedua Untuk Angkatan Laut Arab Saudi
Rudal Harpoon
Ilustrasi Rudal Harpoon. Kredit: pinterest.com

Harpoon (AGM84/UGM84/RGM84) merupakan jenis peluru kendali antikapal (termasuk kapal selam) yang dapat beroperasi di segala cuaca, serta rentang ketinggian over-the-horizon, yang telah dikembangkan ke berbagai varian, disadur dari id.wikipedia.org, Kamis (20/10/2020). Harpoon Block II mampu menjalankan misi anti-kapal dan serangan darat. Rudal tersebut menggunakan navigasi inersia berbasiskan GPS untuk mencapai titik sasaran yang telah ditentukan. Rudal tersebut memiliki hulu ledak seberat 227 kg yang memberikan daya tembak mematikan terhadap berbagai macam target darat, termasuk situs pertahanan pantai, situs rudal permukaan ke udara, pesawat terbuka, fasilitas pelabuhan dan industri, serta kapal di pelabuhan.

Terlepas dari kemampuan baru yang ditawarkan Rudal Harpoon yang berbasis di darat kepada Taiwan, penjualan tersebut hampir pasti akan mendapat teguran dari tetangganya yang agresif (China). Seperti yang telah penulis bahas sebelumnya, tiga kesepakatan senjata lainnya yang baru-baru ini disetujui terjadi di tengah hubungan yang memburuk antara Taiwan, RRT, dan Amerika Serikat. Beijing menanggapi pengumuman tiga paket penjualan senjata tersebut dengan menyatakan bahwa mereka bermaksud memberi sanksi pada ketiga perusahaan Amerika Serikat (Boeing, Lockheed Martin, dan Raytheon). Namun, tampaknya gertakan China tidak menyurutkan niat Amerika Serikat untuk terus secara konsisten mensupport Taiwan melalui berbagai pengadaan alutsista yang muaranya akan mampu meningkatkan kemampuan militer Taiwan dalam mempertahankan diri melawan agresi militer China. Tentu kita masih menantikan bagaimana kelanjutan dari kisah ini. 

Sumber Referensi:

  1. https://www.dsca.mil/press-media/major-arms-sales/taipei-economic-and-cultural-representative-office-united-states-17
  2. https://www.thedrive.com/the-war-zone/37299/taiwan-can-now-complicate-chinas-invasion-plans-by-buying-hundreds-of-harpoon-missiles
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Harpoon_(peluru_kendali)
  4. https://www.pinterest.at/pin/210684088803823030/?nic_v2=1a5ZTBx4N

pinit fg en rect red 28

Share this article
Seorang militer enthusiast dan silent reader dibeberapa forum serta website militer baik dalam maupun luar negeri yang akhirnya memutuskan untuk mulai menulis diblog ini. Hobby mengoleksi artikel, literatur, buku serta apapun yang berhubungan dengan militer.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *