Oerlikon Skyshield 35mm Bergabung Dengan Alutsista Di Lanud Sultan Hasanuddin

Oerlikon Skyshield 35mm Bergabung Dengan Alutsista Di Lanud Sultan Hasanuddin

Seiring dengan semakin masifnya perkembangan teknologi militer saat ini, maka semakin kompleks pula tantangan yang harus dihadapi oleh para punggawa dalam mempertahanan tanah air tercinta ini. Oleh kerena itu TNI, khususnya TNI Angkatan Udara telah memperkuat sistem pertahanan nasional melalui berbagai Alat Utama Sistem Senjata (Alutsista) yang mutakhir serta didukung oleh sumber daya manusia yang militan dan profesional. Hal ini dibuktikan dengan berbagai jenis alutsista yang berada di wilayah Lanud Sultan Hasanuddin Makassar yang terdiri dari pesawat tempur Sukhoi, pesawat angkut C-130 Hercules, pesawat Intai Boeing, dan Helikopter Super Puma.

Jajaran alutsista tersebut nampaknya akan bertambah seiring dengan pengadaan alutsista baru oleh Kemhan, salah satunya adalah sistem pertahanan udara Oerlikon Skyshield 35mm. Berdasarkan berita yang penulis sadur dari laman resmi tniau.mil.id, Senin (08/03/2021), menginformasikan bahwa sistem pertahanan udara Oerlikon Skyshield 35mm telah bergabung dengan alutsista lainnya di Lanud Sultan Hasanuddin Makasar.

Danwing II Paskhas Kolonel Pas Wahyu Tunggul W., S. Sos. menginformasikan bahwa sistem pertahanan udara Oerlikon Skyshield 35mm ini nantinya akan diawaki oleh Denhanud 472 paskhas. Beliau juga menambahkan bahwa pembinaan untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dalam mengawaki alutsista sarat teknologi terlaksana dengan bingkai latihan dan melibatkan seluruh peralatan tempur tersebut, seperti pada latihan Sriti Gesit yang dilaksanakan beberapa waktu lalu.

“Alutsista yang diawaki prajurit Paskhas dan pembinaan yang selalu terjaga,  menunjukkan bahwa satuan jajaran Wing II Paskhas siap mendukung dan melaksanakan tugas menjaga dan mempertahankan kedaulatan NKRI”.

Danwing II Paskhas Kolonel Pas Wahyu Tunggul W., S. Sos.
Sistem pertahanan udara Oerlikon Skyshield 35mm Bergabung Dengan Alutsista Di Lanud Sultan Hasanuddin
Oerlikon Skyshield 35mm Bergabung Dengan Alutsista Di Lanud Sultan Hasanuddin.
Kredit: Despen TNI AU

Oerlikon Skyshield 35mm merupakan sistem Pertahanan Udara yang dapat di deploy secara mobile untuk target udara jarak dekat. Sistem ini dibuat oleh manufaktur senjata kondang asal Swiss, Oerlikon Contraves dimana perusahaan legendaris ini telah menjadi bagian dari anak perusahaan pertahanan Rheinmetall dari Jerman. Oerlikon Skyshield juga merupakan penerus sistem pertahanan Skyguard, Skyshield dimaksudkan untuk cepat memperoleh dan menghancurkan pesawat dan rudal serta untuk memenuhi peran C-RAM.

Kunjungi Juga:  Turki Menguji Coba Sistem Pertahanan Udara S-400 Untuk Pertama Kali

Sistem pertahanan udara ini sendiri mengandalkan meriam revolver 35 mm (1,38 inci) dengan laju tembakan mencapai 1.000 putaran per menit, sistem pengendalian tembakan yang terdiri dari unit sensor dan pos komando terpisah. Skyshield juga dapat menggunakan hingga dua modul 8-sel rudal permukaan ke udara untuk kemampuan pertahanan udara yang lebih luas. Skyshield dirancang untuk peran anti-pesawat tradisional selain pertahanan terhadap ancaman rudal.

Video promosi dari sistem pertahanan udara Oerlikon Skyshield.
Kredit: youtube/Rheinmetall Air Defense

Seperti kita ketahui bersama,  TNI AU melalui Kemenhan RI telah mempersenjatai Korpaskhas TNI AU dengan 4 FU Oerlikon Skyshield pada tahun 2014, dan menambah 3 FU pada tahun 2020 ini. Satu Firing Unit (FU) terdiri 1 (satu) Fire Control Unit (Sensor Unit, Command Post, & Optical Sight), 2 (dua) Revolver Gun Mk2 & Ammunition dan sampai 4 (empat) Chiron MANPADS. Untuk pengadaan tahun 2020 terdapat sedikit perbedaan dengan tahun 2014, terutama penambahan Identification Friend or Foe (IFF) pada Sensor Unit sehingga dapat menginterogasi target yang terdeteksi oleh Radar. Alutsista ini sendiri telah disertifikasi oleh Kemhan pada bulan Desember tahun 2020 lalu.

Share this article
Seorang militer enthusiast dan silent reader dibeberapa forum serta website militer baik dalam maupun luar negeri yang akhirnya memutuskan untuk mulai menulis diblog ini. Hobby mengoleksi artikel, literatur, buku serta apapun yang berhubungan dengan militer.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *