Inggris memberikan kontrak senilai £ 30 juta untuk pengembangan prototipe “Loyal Wingman”

Inggris memberikan kontrak senilai 30 juta untuk pengembangan prototipe Loyal Wingman

Konsep Loyal Wingman nampaknya akan menjadi masa depan untuk pertempuran udara, setelah sebelumnya Amerika Serikat membangun kecerdasan buatan (AI) yang kedepannya akan diintegrasikan dengan UAV Loyal Wingmannya dan begitu juga Australia yang saat ini sedang sibuk merampungkan prototipe Loyal Wingman dengan bekerja sama dengan Boeing, Inggris dipastikan mengikuti kedua negara tersebut untuk membangun UAV Loyal Wingman. Mengutip dari siaran pers resmi dari laman Kementerian Pertahanan Inggris gov.uk, Senin (25/01/2021), mengumumkan pemberian kontrak senilai £ 30 juta (sekitar $ 40 juta) kepada perusahaan Irlandia Utara, Spirit Aero System untuk merancang dan memproduksi prototipe Loyal Wingman untuk Royal Air Force/Angkatan Udara Inggris (RAF).

UAV (Unmanned Aerial Vehicle) Loyal Wingman tersebut akan sepenuhnya dirancang untuk terbang dengan kecepatan tinggi bersama pesawat tempur, dipersenjatai dengan rudal, sistem pengawasan dan dilengkapi dengan teknologi peperangan elektronik untuk memberikan kemenangan dalam pertempuran atas pasukan musuh. Dikenal sebagai ‘loyal wingman’, pesawat ini akan menjadi platform tanpa awak pertama di Inggris yang mampu menargetkan dan menembak jatuh pesawat musuh dan bertahan melawan rudal ancaman dari sistem pertahanan udara.

Sebagai stimulus industri pertahanan Irlandia Utara, Spirit AeroSystems, Belfast, telah dipilih untuk memimpin Tim MOSQUITO pada fase proyek berikutnya. Tim tersebut selanjutnya akan mengembangkan konsep Lightweight Affordable Novel Combat Aircraft (LANCA) RAF, dengan program uji terbang pesawat skala penuh diharapkan tercapai pada akhir tahun 2023.

“Ini adalah kemenangan besar bagi industri pertahanan Irlandia Utara dan akan memperkenalkan beberapa pekerjaan teknik perintis yang saat ini sedang dilakukan di Inggris. Proyek senilai £ 30 juta akan mempercepat pengembangan kekuatan udara Inggris di masa depan dengan mengirimkan pesawat tanpa awak mutakhir, mempertahankan posisi kami sebagai pemimpin dunia dalam teknologi baru.”

Menteri Pertahanan Inggris, Jeremy Quin
Infografis dari konsep pesawat tempur Tempest
Infografis dari konsep pesawat tempur masa depan Tempest.
Kredit: baesystem.com

Northrop Grumman Inggris juga ikut berpartisipasi dalam Tim MOSQUITO, dimana perusahaan ini bertugas untuk mematangkan desain dan membuat peraga teknologi untuk menghasilkan bukti untuk program LANCA lanjutan. Jika berhasil, temuan Project Mosquito dapat mengarah pada kemampuan revolusioner yang akan digunakan bersama dengan pesawat tempur Typhoon dan F-35 Lightning II pada akhir dekade ini.

“Kami mengambil pendekatan revolusioner, melihat campuran yang berpotensi menjadi “game changer” mulai dari swarm drone dan pesawat Loyal Wingman seperti Mosquito, bersama dengan pesawat tempur yang dipiloti seperti Tempest, yang akan mengubah ruang pertempuran diudara dengan cara yang sama sekali berbeda sejak munculnya era pesawat tempur.”

Kepala Staf Udara Royal Air Force, Marsekal Mike Wigston
Konsep Loyal Wingman Angkatan Udara Inggris
Konsep dari Loyal Wingman RAF.
Kredit: baesystem.com

Bekerja sama dengan mitra inovatif dari seluruh Inggris, Project Mosquito akan mengubah pendekatan tradisional untuk pertempuran udara untuk memungkinkan perkembangan teknologi yang cepat. Dengan memanfaatkan teknik pengembangan perangkat lunak terbaru dan keahlian teknik dan manufaktur dirgantara sipil, proyek ini akan menghasilkan pengurangan biaya dan jadwal pengembangan yang dramatis, sehingga inovasi tersebut dapat mencapai garis depan lebih cepat daripada sebelumnya.

Kunjungi Juga:  KASAL Meninjau Kapal Selam Alugoro

Proyek penelitian dan pengembangan yang dapat berpotensi menjadi “game changer” akan memastikan desain platform akhir yang akan mampu untuk diupgrade dengan mudah dan terjangkau dengan teknologi terbaru sehingga kami tetap selangkah lebih maju dari musuh kami. Fleksibilitas platform akan memberikan perlindungan, survivabilitas, dan pengumpulan informasi yang optimal saat terbang bersama pesawat tempur Eurofighter Typhoon, F-35 Lightning II, dan pesawat tempur masa depan, Tempest sebagai bagian dari sistem masa depan kita.

LANCA dimulai pada tahun 2015 karena kebutuhan untuk memahami teknologi dan konsep Combat Air Inovatif  yang menawarkan pengurangan radikal dalam biaya dan waktu pengembangan dan merupakan proyek yang dipimpin oleh Rapid Capabilities Office RAF di bawah program Future Combat Air System Technology Initiative (FCAS TI). Laboratorium Sains dan Teknologi Pertahanan Pemerintah Inggris menyediakan manajemen proyek dan merupakan otoritas teknis untuk Program LANCA dan Proyek Mosquito.

Share this article
Seorang militer enthusiast dan silent reader dibeberapa forum serta website militer baik dalam maupun luar negeri yang akhirnya memutuskan untuk mulai menulis diblog ini. Hobby mengoleksi artikel, literatur, buku serta apapun yang berhubungan dengan militer.

You May Also Like

2 Comments

    1. Terima Kasih atas komentarnya 🙂
      Memang untuk pertempuran udara dimasa depan tidak hanya antar pespur tetapi juga melibatkan Drone yang dikenal sebagai Loyal Wingman…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *