Kupas Tuntas Spesifikasi F-16 Viper Incaran Indonesia

F-16 Viper Indonesia

F-16V atau F-16 Blok 70/72 adalah varian terbaru dari pesawat tempur F-16 Fighting Falcon generasi keempat, pesawat tempur multi-peran yang diproduksi oleh Lockheed Martin. F-16 Viper mengintegrasikan berbagai kemampuan canggih sebagai bagian dari paket peningkatan (upgrade atau modernisasi) yang memungkinkan untuk beroperasi lebih baik dengan pesawat tempur generasi kelima, termasuk F-35 dan F-22. Pesawat tempur ini dapat digunakan dalam misi SEAD (Suppression of Enemy Air Defenses atau penindasan pertahanan udara musush), pertempuran air to ground dan air to air, serta misi maritim.

Pengembangan F-16V

Pada Pameran Udara Singapura Airshow pada bulan Februari 2012 Lockheed Martin meluncurkan rencana untuk varian F-16V baru dengan akhiran “V” untuk nama panggilan Viper-nya. Pesawat tersebut dilengkapi radar Active Electronically Scanned Array (AESA) baru, komputer misi baru dan rangkaian sistem peperangan elektronik, sistem penghindaran tabrakan darat otomatis, dan berbagai perbaikan pada kokpit pesawat. Konfigurasi Viper tersedia sebagai pesawat tempur produksi baru dan peningkatan komponen dapat dipasang ke sebagian besar F-16 yang telah beroperasi. 

Pengembangan F 16 Viper
Pengembangan pesawat tempur F-16 Viper.
Kredit: Lockheed Martin

Integrasi Radar Active Electronically Scanned Array (AESA) baru di pesawat Viper diselesaikan pada Agustus 2014. Sementara penerbangan pertama dilaksanakan pada tanggal 21 Oktober 2015. Pada bulan Oktober 2015, Lockheed Martin menampilkan demonstran kokpit F-16V di Jakarta, Indonesia, untuk Angkatan Udara Indonesia. Lockheed Martin sedang berdiskusi dengan Pemerintah Indonesia untuk kemungkinan penjualan pesawat F-16 Viper. TNI AU berencana mengakuisisi dua skuadron pesawat F-16 Block 70/72.

Kokpit & Avionik

Pesawat tempur F-16 Viper menggunakan advanced glass cockpit baru yang menggabungkan komputer misi yang ditingkatkan dan avionik canggih, termasuk tampilan multi-fungsi berwarna, tampilan centre pedestial display (CPD) besar, Joint helmet monted cueing system, dan volume bus data berkecepatan tinggi.

Avionik F 16 Viper
Avionik generasi terbaru di F-16 Viper.
Kredit: Lockheed Martin

Center Pedestal Display (CPD)

Center Pedestal Display (CPD) baru yang diproduksi oleh Elbit Systems of America® memberikan dimensi operasional baru pada kokpit F-16 dengan sistem yang dirancang secara ergonomis untuk efektivitas dan kenyamanan pilot.

CPD F 16 Viper
(CPD) baru pada F-16 Viper.
Kredit : Elbit System

Kursi Lontar

Kursi lontar Advanced Concept Ejection Seat (ACES) II merupakan kursi lontar yang digunakan pada F-16 Viper beserta varian sebelumnya. Kursi lontar yang diproduksi oleh Collins Aerospace (bagian dari Raytheon Technologies) dirancang mampu menahan efek gravitasi 12 G dengan sudut kemiringan 30 derajat dan dapat diaktifkan dalam tiga mode peluncuran.

Kursi Lontar F 16 Viper
Kursi lontar ACESSi II pada F-16 Viper.
Kredit: Raytheon Technologies

Joint Helmet Mounted Cueing System (JHMCS)

Joint Helmet Mounted Cueing System (JHMCS) adalah helm khusus yang dirancang untuk memberikan informasi kinerja, penargetan, persenjataan, dan peringatan ancaman pesawat kepada pilot, terlepas dari ke mana pilot memandang, secara signifikan meningkatkan kesadaran situasi pilot selama misi. Di pesawat dengan dua kursi (varian tandem), masing-masing pilot dapat mengenakan helm JHMCS, melakukan operasi secara independen satu sama lain, dan memiliki kesadaran berkelanjutan tentang ke mana anggota kru lainnya melihat.

JHMCS F 16 Viper
Sistem penargetan JHMSC pada F-16 Viper.
Kredit: boeing.com

Head Up Display (HUD)

BAE System merupakan produsen yang memasok Head Up Display (HUD) pada generasi terbaru pada pesawat tempur F-16. HUD ini dirancang untuk memberikan kesadaran situasional yang lebih baik untuk pilot, memungkinkan kebebasan gerakan kepala, mengurangi kelelahan pada pilot dan kompatibel dengan antarmuka pesawat yang ada dan menawarkan dampak minimal pada kinerja tampilan.

HUD F 16 Viper 1
HUD baru pada F-16 Viper.
Kredit: BAE System

IFF (Identification Friend or Foe)

Jenis antena IFF yang digunakan pada F-16 Viper yaitu AN/APX-109 yang dirancang dan diproduksi oleh BAE System. Transponder AN/APX-109 mengintegrasikan fungsi interrogator, receiver-transmitter reply evaluator, synchronizer, transponder, COMSEC units, dan control functions ke dalam single package untuk menghemat bobot dan ruang. Melalui IFF pesawat tempur dapat mengidentifikasi obyek atau target sebagai teman atau sebaliknya, sehingga memudahkan pilot dalam menjalankan misi intercept.

IFF F 16 Viper
Sistem IFF pada F-16 Viper.
Kredit: BAE System

Radar AESA APG-83 Scalable Agile Beam 

Radar APG-83 AESA yang dikembangkan dan diproduksi oleh Northrop Grumman menyediakan peningkatan kemampuan secara signifikan dibandingkan dengan radar APG-66 & APG-68 pada versi lama yang bekerja secara mekanis. Radar ini mampu mendeteksi target dan memiliki jangkauan pelacakan maksimal mencapai 296,3 km sedangkan jangkauan minimalnya mencapai 0,2 km. Selain itu, menyediakan penargetan presisi stand-off yang otonom di semua kondisi, memiliki kekebalan yang lebih baik terhadap gangguan elektronik musuh dan memiliki kehandalan 3X-5X lebih baik jika dibandingkan dengan versi yang lama. Radar tersebut memastikan pesawat generasi ke empat ini tetap dapat beroperasi berkelanjutan selama beberapa dekade mendatang.

Video promosi dari radar SABR AESA pada F-16 Viper.
Kredit: youtube/Northrop Grumman

Sistem Senjata & Targeting Pod

Versi terbaru dari pesawat tempur F-16 Viper memiliki total 11 cantelan (rak senjata) yang dapat digunakan untuk mengakomodasikan berbagai senjata dan pod penargetan sesuai dengan misi yang diemban. Mulai dari misi air to air, air to ground, SEAD, misi serangan maritim, sampai misi pengawasan wilayah (patroli).

Sistem Persenjataan F 16 Viper
Daftar sistem persenjataan pada F-16 Viper.
Kredit: Lockheed Martin

Cannon multi barrel 20mm General Electric M61A1

M61 20mm Vulcan adalah meriam api putar enam laras bertenaga eksternal yang memiliki rate of fire (laju tembakan) hingga 7200 spm. Tingkat laju tembakan dapat dipilih pada 4.000 spm atau 6.000 spm. Meriam ini menembakkan amunisi 20mm. M61A1 digerakkan secara hidrolik atau ram-air, dikontrol secara elektrik, dan menggunakan sistem umpan amunisi tanpa tautan.

Cannon multi barrel 20mm General Electric M61A1 pada F 16 Viper
Cannon multi barrel 20mm GE M61A1.
Kredit: pinterest.com

Masing-masing dari enam barel meriam hanya menembak sekali selama setiap revolusi cluster barel. Enam barel berputar berkontribusi pada umur senjata yang panjang dengan meminimalkan erosi barel dan panas yang dihasilkan. Tingkat tembakan senjata, pada dasarnya 100 putaran per detik, memberikan pilot shoot density (kepadatan tembakan) yang akan memungkinkan “kill” saat ditembakkan dalam tembakan selama satu detik.

Air to air

Adapun berbagai persenjataan yang dapat digunakan oleh F-16 untuk meladeni pertempuran air to air atau udara ke udara yaitu sebagai berikut:

AIM-120 AMRAAM

AIM 120 AMRAAM untuk F 16 Viper
Rudal Air to Air AIM-120 AMRAAM.
Kredit: pinterest.com

AIM-120 AMRAAM (Advanced Medium Range Air to Air Missile) adalah salah satu rudal air to air paling modern, kuat, dan banyak digunakan di seluruh dunia. Setelah memasuki layanan terbatas pada tahun 1991, rudal ini telah diekspor ke sekitar 35 negara di seluruh dunia, di mana telah dibuktikan dengan lebih dari 3.900 tembakan uji coba dan 10 kemenangan dalam pertempuran.

AIM-9X Sidewinder

AIM 9X Sidewinder untuk F 16 Viper
Rudal Air to Air AIM-9X Sidewinder.
Kredit: pinterest.com

AIM-9 Sidewinder adalah sebuah rudal air to air anti pesawat jarak pendek berpandu infra merah buatan Amerika Serikat. Rudal ini merupakan rudal air to air paling populer di dunia, dan menjadi senjata standar bagi pesawat tempur buatan negara-negara NATO atau negara sahabat Amerika Serikat. Versi terbaru dari rudal ini adalah AIM-9X yang mempersenjatai pesawat tempur generasi terbaru.

Kunjungi Juga:  Inilah Profil Rudal MdCN Versi Angkatan Laut dari Rudal Storm Shadow/SCALP

Python 5

Python 5 untuk F 16 Viper
Rudal Air to Air Python 5.
Kredit: pinterest.com

Python-5 saat ini adalah rudal air to air yang paling mampu dalam inventaris Israel dan salah satu rudal paling canggih di dunia. Rudal ini memiliki kemampuan Lock On After Launch (LOAL), dan memiliki kemampuan serangan ke semua arah (termasuk ke belakang). Rudal ini memiliki fitur pencari canggih (seeker) yang meliputi elektro-optik dan infrared image yang memindai area target untuk pesawat musuh, kemudian mengunci untuk pengejaran terminal. Dengan total delapan belas permukaan kontrol dan desain yang cermat, rudal ini dapat melakukan manuver ekstrem seperti rudal air to air lainnya dengan nozel vektor dorong . Python-5 pertama kali digunakan dalam pertempuran selama Perang Lebanon 2006 , ketika digunakan oleh F-16 Fighting Falcons untuk menghancurkan dua UAV Ababil buatan Iran yang digunakan oleh Hizbullah.

Derby

Derby untuk F 16 Viper
Rudal Air to Air Derby.
Kredit: pinterest.com

Rudal Derby merupakan rudal yang dirancang dan diproduksi oleh perusahaan pertahanan Israel, Rafael System yang dimana merupakan rudal air to air, jarak menengah atau Beyond Visual Range ( dengan jangkauan 50 km) serta menggunakan pemandu radar aktif. Meskipun secara teknis bukan bagian dari keluarga “Python”, namun secara visual rudal tersebut adalah versi yang diperbesar dari Python-4 dengan pencari radar aktif.

IRIS-T

IRIS T untuk F 16 Viper
Rudal Air to Air IRIS-T.
Kredit: pinterest.com

IRIS-T (Infra Red Imaging System Tail/Thrust Vector-Controlled) adalah rudal jarak pendek air to air, hasil dari program pengembangan Jerman yang bertujuan untuk menggantikan rudal AIM-9 Sidewinder yang digunakan di beberapa negara anggota NATO. Setiap pesawat yang mampu membawa dan menembakkan Sidewinder juga mampu menembakkan rudal IRIS-T.

Air to Ground

Berikut berbagai persenjataan yang dapat dibawa oleh pesawat tempur F-16 Viper untuk misi dukungan udara yaitu dibawah ini:

AGM-64 Maverick

AGM 64 Maverick untuk F 16 Viper
AGM-65 Maverick.
Kredit: pinterest.com

AGM-65 Maverick merupakan sebuah peluru kendali udara ke darat yang dirancang untuk keperluan dukungan udara. Rudal ini efektif dipakai untuk banyak target seperti kendaraan lapis baja, pertahanan udara, kapal dan fasilitas darat lain. Rudal Maverick memiliki bentuk silindris dan memiliki ujung yang terbuat dari gelas untuk pemandu elektro-optik atau seng sulfida untuk pemandu inframerah, sayap berbentuk delta serta hulu ledak yang terletak di bagian tengah. Pada A-10 Thunderbolt, F-15E dan F-16, sejumlah 6 Maverick dapat dibawa yang diletakkan di bawah sayap. Maverick bersifat fire and forget, sehingga pilot dapat segera melakukan gerakan manuver atau menyerang target lain karena rudal akan mencari targetnya sendiri secara otomatis.

AGM-84 H/K SLAM-ER

AGM-84H/K SLAM-ER (Standoff Land Attack Missile Expanded Response) adalah rudal jelajan presisi yang diluncurkan dari udara dan diproduksi oleh Boeing Defense, Space & Security untuk Angkatan Udara Amerika Serikat dan sekutunya. Dikembangkan dari AGM-84E SLAM (Standoff Land Attack Missile), SLAM-ER mampu menyerang target darat dan laut pada jarak menengah hingga jauh (maksimum 155 mil laut / 250 km). 

AGM 84 HK SLAM ER untuk F 16 Viper
AGM-84 H/K SLAM-ER.
Kredit: pinterest.com

SLAM-ER mengandalkan Global Positioning System (GPS) dan pencitraan inframerah untuk navigasi dan kontrolnya, dan dapat menyerang target yang bergerak dan tidak bergerak. SLAM-ER, dapat dikendalikan dari jarak jauh saat dalam penerbangan, dan dapat dialihkan ke target lain setelah diluncurkan jika target aslinya telah dihancurkan, atau tidak lagi dianggap berbahaya.

GBU-39 Small Diameter Bombs (SDB)

GBU 39 Small Diameter Bombs untuk F 16 Viper
GBU-39 Small Diameter Bomb (SDB).
Kredit: pinterest.com

GBU-39 Small Diameter Bomb (SDB) adalah bom yang diluncurkan secara presisi, dengan berat peledak sebesar 250 pon (113 kg) yang dimaksudkan agar pesawat dapat membawa jumlah yang lebih banyak dari bom konvensional lainnya. Kebanyakan pesawat tempur Angkatan Udara Amerika Serikat akan mampu membawa empat GBU-39 Small Diameter Bombs pada satu cantelan atau rak senjata.

SEAD (Suppression of Enemy Air Defenses)

Versi terbaru dari F-16 seperti pada pendahulunya mampu melakukan misi SEAD untuk menekan sistem pertahanan udara musuh, adapun senjata yang digunakan yaitu sebagai berikut:

AGM-88 HARM

AGM-88 HARM (High-speed Anti-Radiation Missile) adalah rudal supersonik jarak jauh air to ground yang dirancang untuk mencari dan menghancurkan sistem radar musuh. rudal ini dirancang sebagai lanjutan l dari rudal anti radiasi ARM Standar dan Shrike. Paket panduan HARM, dengan cakupan frekuensi penuh, dikunci pada emisi sistem radar musuh yang mengikuti mereka melalui situs radar. Penghancuran fisik sistem radar dicapai melalui satu ledakan dari hulu ledak fragmentasi.

AGM 88 HARM untuk F 16 Viper
AGM-88 HARM.
Kredit: pinterest.com

Penggunaan tempur pertama dari rudal AGM-88 terjadi di Libya pada tahun 1986. Selama perang teluk pada tahun 1991, lebih dari 2.000 HARM ditembakkan ke sistem radar Irak yang menjadi senjata pilihan dalam penindasan pertahanan udara musuh (SEAD). Rudal HARM dapat dilepaskan dari banyak pesawat. F-16C adalah satu-satunya pesawat berkemampuan HARM milik Angkatan Udara AS.

AGM-45 Shrike

AGM 45 Shrike untuk F 16 Viper
AGM-45 Shrike.
Kredit: pinterest.com

AGM-45 Shrike adalah rudal anti radiasi yang didasarkan pada tubuh rudal air to air AIM-7C Sparrow. AGM-45A  menggunakan motor roket Mk 38 seperti yang digunakan dalam versi awal dari rudal Sparrow. Kemudian  versi selanjutnya, AGM-45B  menggunakan mesin yang lebih kuat Mk 58 dan memiliki jangkauan lebih jauh. AGM-45B juga menggunakan versi ketiga opsi hulu ledak fragmentasi ledakan.

Maritime Strike

Dinegara asalnya pesawat tempur F-16 tidak terlalu dituntut untuk menjalankan misi maritime strike karena misi tersebut diserahkan pada pesawat tempur F-18 milik Angkatan Laut Amerika Serikat. Namun walaupun begitu, sebagai platform modern pesawat tempur ini juga memiliki kemampuan untuk menjalankan misi maritim dengan baik, berikut persenjataan yang melengkapi “Viper” yaitu:

AGM-84 Harpoon

AGM-84 Harpoon merupakan jenis peluru kendali antikapal yang dapat beroperasi di segala cuaca, serta rentang ketinggian over-the-horizon. Peluru kendali ini awalnya dikembangkan dan diproduksi oleh McDonell Douglas (saat ini Boeing Defence, Space & Security) serta beroperasi sejak tahun 1977. Sejak saat itu peluru kendali ini telah mengalami berbagai perkembangan dan sampai sekarang masih aktif dioperasikan serta memiliki rentang penggunaan yang lebih luas.

AGM 84 Harpoon untuk F 16 Viper
AGM-84 Harpoon.
Kredit: pinterest.com

Saat ini dikenal empat jenis dari pengembangan dan modifikasi Harpoon yang digunakan yaitu AGM-84 untuk penggunaan standar sebagai rudal antikapal tanpa roket berbahan bakar padat sebagai pendorong, RGM-84 menggunakan roket berbahan bakar padat dan dipasang pada kapal permukaan, UGM-84 menggunakan roket berbahan bakar padat yang terenkapsulasi dan dipasang pada kapal selam, serta versi lainnya yang ditempatkan pada benteng pertahanan pantai.

AGM-154 Joint Standoff Weapon (JSOW)

AGM 154 Joint Standoff Weapon untuk F 16 Viper
AGM-154 JSOW (Joint Standoff Weapon).
Kredit: pinterest.com

AGM-154 JSOW (Joint Standoff Weapon) merupakan  rudal jelajah presisi yang dihasilkan dari perusahaan patungan antara  Angkatan Laut dan Angkatan Udara Amerika Serikat untuk menyebarkan senjata standar jarak menengah yang dipandu secara presisi, terutama untuk keterlibatan target luar kisaran standar pertahanan anti-pesawat, sehingga meningkatkan survivabilitas pesawat dan meminimalkan kerugian pesawan sekutu.

AGM-158 JASSM

AGM-158 JASSM (Joint Air-to-Surface Standoff Missile) adalah rudal jarak jauh, fire and forget, air to surface, presisi yang dirancang untuk menghancurkan target bernilai tinggi yang dipertahankan dengan baik, bergerak atau tidak bergetak (statis). Senjata JASSM dapat digunakan pada segala kondisi. 

AGM 158 JASSM
AGM-158 JASSM.
Kredit: pinterest.com

Setelah dilepaskan, rudal JASSM dipandu menggunakan sistem navigasi GPS / INS anti-jaming (SAAM module). Pada fase terminal penerbangan, pencari IR memastikan bahwa JASSM mencapai targetnya. Badan pesawat siluman JASSM memastikan kemampuan bertahan hidup bahkan terhadap target yang sangat dipertahankan dengan pertahanan udara yang canggih.Rudal tersebut dapat dilengkapi dengan hulu ledak seberat 1.000 pon yang berbeda sesuai dengan profil misi.

Targeting Pod

Sebagai pejuang generasi terbaru yang memiliki kemampuan “multirole fighter“, pesawat ini telah dilengkapi dengan targeting pod generasi terbaru untuk mendukung misi tempurnya. Adapun Targeting Pod yang melengkapi pesawat ini, yaitu sebagai berikut:

Sniper advanced targeting pod

Sniper Advanced Targeting Pod (ATP) merupakan pod penargetan yang telah teruji di medan pertempuran dan juga paling banyak digunakan saat ini. Sniper ATP adalah sistem penargetan elektro-optik teruji yang ditempatkan dalam satu pod yang ringan. Pod ini mampu menangani penargetan presisi dan intelejen yang paling menantang, pengawasan dan pengintaian (ISR) misi udara ke udara dan udara ke darat di domain darat, laut, dan udara.

Video promosi dari Sniper Advanced Targeting Pod (ATP).
Kredit: youtube/Lockheed Martin

Pod ini telah dipilih oleh lebih dari 27 pelanggan internasional dan Angkatan Udara AS, Sniper ATP adalah pemimpin global dalam penargetan presisi dan intelijen, pengawasan dan pengintaian. Lebih dari 1.500 unit Pod yang telah dikirim ke seluruh dunia. Sniper ATP dapat dioperasikan di berbagai platform, termasuk pesawat tempur yang digunakan oleh Angkatan Udara AS dan pesawat multinasional seperti, F-2, F-15, F-16, F-18, A-10, B-1, B-52, Harrier, dan Typhoon.

Kunjungi Juga:  Penerbangan Perdana F-16V Upgrade Yunani

Sistem penargetan AN / ASQ-213 HARM

Pod HTS (HARM Targeting System) adalah pod penargetan yang menyediakan pilot untuk menggunakan rudal AGM-88 HARM dalam mode yang paling efektif. Pod ini dapat secara mandiri mendeteksi, mengidentifikasi, dan menemukan ancaman pada jarak jauh. Pod ini juga menampilkan lokasi target ke pilot untuk penunjukan dan penembakan rudal HARM. HTS sepenuhnya dapat diprogram ulang dan telah dirancang untuk keandalan tanpa perlu menyediakan anggaran untuk pemeliharaan yang tinggi.

AN ASQ 213 HARM untuk F 16 Viper
Pod HTS (HARM Targeting System).
Kredit: pinterest.com

Awalnya pod ini dirancang untuk diintegrasikan pada pesawat tempur F-16C / D Block 50D, namun seiring berjalannya waktu pod HTS dapat diintegrasikan pada pesawat yang kompatibel dengan MIL-STD-1553. Pod HTS memungkinkan beberapa jalur target dan spesifisitas target yang lebih besar. Saat ini, pod HTS telah ditingkatkan di area utama seperti kecepatan pencarian, ukuran memori, identifikasi target, dan kemampuan penanganan. 

Pod Penargetan FLIR AAQ-32

Pod penargetan FLIR (Forward Looking Infrared) merupakan pod penargetan yang dirancang dan diproduksi oleh Northrop Grumman yang dimana menyediakan serangan presisi 24 jam dan kemampuan navigasi. Pod tersebut mampu mendeteksi dan mengidentifikasi target darat dan udara, bahkan di malam hari atau dalam cuaca buruk, untuk penargetan senjata yang sangat akurat. Pod ini bahkan dapat digunakan untuk menemukan target udara, memungkinkan penargetan pasif, dan menawarkan opsi pelacakan yang tidak akan dihindari oleh radar siluman.

FLIR AAQ 32 untuk F 16 Viper
Pod Penargetan FLIR AAQ-32.
Kredit: pinterest.com

Sistem Pertahanan Diri (ECM) & CFT

Dalam konflik modern, sudah sewajarnya setiap pesawat tempur yang turun ke medan tempur telah dilengkapi dengan sistem pertahan diri (self defense) untuk membantunya bertahan hidup. Tidak terkecuali dengan pesawat tempur “Viper” yang telah mengintegrasikan sistem pertahanan diri baik itu bersifat pasif maupun aktif, tidak ketinggalan pesawat ini juga telah dilengkapi dengan CFT.

Sistem Dispenser AN-ALE 47

Sistem Dispenser AN / ALE-47 merupakan sistem pertahanan diri yang digunakan untuk melindungi pesawat militer dari ancaman rudal yang menggunakan pemandu inframerah. Sistem ini bekerja dengan mengeluarkan flare atau sekam untuk mengecoh pemandu inframerah dari rudal. Sistem ini telah digunakan untuk solusi pertahanan diri pada pesawat Angkatan Udara , Angkatan Laut , dan Angkatan Darat Amerika Serikat, dan lebih dari 30 negara lainnya.

Video dari sistem dispenser AN-ALE 47.
Kredit: youtube/baesystemsinc

AN / ALQ-165 Airborne Self-Protection Jammer (ASPJ)

AN / ALQ-165 ASPJ merupakan sistem jammer yang menggunakan frekuensi radar aktif (RF) modular yang dapat diprogram ulang secara otomatis dan dirancang untuk berkontribusi pertahanan diri pesawat tempur dari berbagai jenis ancaman udara ke udara dan permukaan ke udara. ASPJ dirancang untuk menyelesaikan pemilahan ancaman, identifikasi ancaman, dan manajemen gangguan dalam lingkungan sinyal yang padat untuk melawan berbagai ancaman. 

AN ALQ 165 untuk F 16 Viper
Sistem perlindungan AN / ALQ-165.
Kredit: pinterest.com

Raytheon advanced self-protection integrated suite (ASPIS) II

Sistem pertahanan diri ASPIS II adalah rangkaian electronic warfare (EW) terintegrasi penuh dengan kesadaran situasional yang kuat dan kemampuan gangguan yang kuat. ACES mewakili teknologi digital EW paling modern yang tersedia, memberikan perisai elektronik yang aman terhadap rudal anti-pesawat dan ancaman dari radar musuh.

Raytheon advanced self protection integrated suite ASPIS II
Sistem pertahanan ASPIS.
Kredit: raytheon.com

Dirancang untuk mendeteksi, mengidentifikasi, dan melawan ancaman kontemporer di lingkungan dengan gangguan elektronik yang tinggi, ACES mengintegrasikan jammer ALQ-187 (V) 2 Raytheon, penerima peringatan radar ALR-93, dan sistem dispenser ALE-47, yang menawarkan sistem elektronik canggih yang efektif dan dapat diandalkan serta memberikan sistem perlindungan diri untuk pesawat tempur F-16.

Conformal Fuel Tank (CFT)

Conformal Fuel Tank (CFT) merupakan fitur standar pada varian pesawat tempur F-16 blok 50 keatas. CFT adalah tanki bahan bakar tambahan yang di pasang mengikuti profil dari sebuah pesawat tempur yang berkontribusi memberikan keuntungan berupa naiknya jarak tempuh atau “waktu sortir” dari pesawat tempur tersebut. Pengaplikasian CFT juga membantu mengurangi penalti aerodinamis apabila dibandingkan dengan menggunakan drop tangki eksternal.

Sistem CFT pada F 16
Sistem CFT pada F-16.
Kredit: pinterest.com

CFT pada F-16 memiliki berat hanya  900 pounds per set dan dapat membawa 450 galon atau sekitar 3,050 pounds bahan bakar jet tambahan. perlu kita catat bersama, bahwa F-16 memiliki bahan bakar internal sebesar 7.000 pon. Artinya CFT  akan menambah kenaikan bahan bakar hingga 43,5 persen. Dalam beberapa kali pengujian, Pilot secara eksplisit telah menyatakan CFT hanya memiliki dampak kecil pada kemampuan tempur Viper yang dikenal memiliki kinerja tinggi.

Mesin

Mesin adalah “jantung” dari pesawat tempur, oleh karena itu pesawat generasi terbaru ini telah dilengkapi 2 pilihan mesin yang powerful. Adapun mesin yang menghidupi pesawat ini yaitu sebagai berikut:

Pratt & Whitney F100-PW-229

Pratt & Whitney F100-PW-229 merupakan mesin turbofan afterburning yang diproduksi oleh Pratt & Whitney sebagai tenaga penggerak untuk pesawat tempur F-15 Eagle dan F-16 Fighting Falcon generasi terbaru. Adapun spesifikasi dari mesin ini yaitu sebagai berikut:

Pratt Whitney F100 PW 229
Mesin Pratt &Whitney F100-PW-229.
Kredit: prattwhitney.com
ProdusenPratt & Whitney (United Technologies)
Daya Dorong29.160 pound (129,7 kN)
Berat3.826 pound (1.735 kg)
Panjang191 inci (4,85 m)
Diameter saluran masuk34,8 inci (0,88 m)
Diameter maksimum46,5 inci (1,18 m)
Rasio bypass0.36
Rasio tekanan keseluruhan32 banding 1
Daya dorong terhadap berat 7.6
Tabel spesifikasi mesin Pratt & Whitney F100-PW-229.
Kredit: prattwhitney.com

General Electric F110-GE-129

General Electric F110-GE-129 merupakan merupakan mesin turbofan afterburning yang diproduksi oleh General Electric sebagai tenaga penggerak untuk pesawat tempur F-15 Eagle dan F-16 Fighting Falcon generasi terbaru. Varian dari mesin ini juga digunakan oleh F-18 Hornet. Adapun spesifikasi dari mesin yaitu sebagai berikut:

General Electric F110 GE 129
Mesin General Electric F-110-GE-129.
Kredit: geaviation.com
ProdusenGeneral Electric
Daya dorong32.000 pound
Berat1.837 kg
Panjang182,3 in (4,63 m)
Diameter46,5 inci (118 cm)
Tipe ruang bakarAnnular
Rasio dorong terhadap berat7.90
Tabel spesifikasi mesin General Electric F110-GE-129.
Kredit: fi-powerweb.com

Operator

Meneruskan kesuksesan generasi sebelumnya, sejak debutnya pesawat ini telah menikmati kesuksesan ekspor dipasar pesawat tempur internasional. Berikut daftar negara yang telah memilih pesawat tempur “Viper“, yaitu sebagai berikut:

Bahrain

Pada bulan September 2017, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyetujui penjualan militer asing ke Bahrain untuk 19 F-16V baru dan meningkatkan 20 F 16 blok 40 menjadi standar F-16V.

Slovakia

Pada bulan April 2018, Departemen Luar Negeri Amerika Serikat menyetujui penjualan militer asing ke Slovakia untuk 14 F-16V baru. Kotrak yang bernilai $ 1,8 Miliar, mencakup 14 unit pesawat tempur F-16V, pelatihan dan persenjataan. Pengadaan ini dimaksudkan untuk menggantikan armada Mig-29 mereka yang sudah tua.

Bulgaria

Pada Desember 2018, Bulgaria mengakuisisi delapan pesawat tempur F-16V sebagai pengganti Mig-29 mereka.

Taiwan

Pada tanggal 14 Agustus 2020, Taiwan secara resmi menandatangani kontrak untuk membeli 66 pesawat tempur F-16V yang dibuat oleh Lockheed Martin. Total kontrak senilai $ 8 miliar untuk 66 pesawat tempur F-16V beserta suku cadang lainnya. Pembelian ini dimaksudkan untuk menggantikan pesawat tempur F-5 dan Mirage 2000 mereka yang sudah tua serta untuk melindungi negara tersebut dari China.

Indonesia (Pelanggan Potensial)

Walaupun belum menandatangani kontrak terkait akuisisi pesawat tempur ini, namun santer berita bahwa Indonesia berencana untuk membeli dua skadron jet tempur canggih F-16 Viper dari Amerika Serikat. Kepala Staf TNi Angkatan Udara Marsekal TNI Yuyu Sutisna menyebutkan, pesawat tempur baru akan didatangkan bertahap sebagai rencana strategis 2020-2024 mendatang.

Penutup

Dengan lebih dari 3000 pesawat tempur F 16 yang beroperasi hari ini serta melayani 25 angkatan udara berbeda, maka tidak mengherankan jika pesawat ini menyandang gelar sebagai pesawat tempur generasi ke-4 terlaris di dunia. Walaupun saat ini tongkat estafet telah di”wariskan” pada F-35 sebagai pesawat tempur generasi ke-5, namun tidak menyurutkan minat dari calon pembeli untuk mengakuisisi pesawat tempur ini. Terbukti dari cukup banyaknya negara yang telah mengorder pesawat ini, khususnya untuk negara-negara yang tidak diizinkan untuk membeli pesawat F-35 atau negara yang memiliki anggaran terbatas.

Spesifikasi F 16 Viper
Spesifikasi Pesawat tempur F-16 Viper.
Kredit: pinterest.com

Bagi Indonesia sendiri, akuisisi generasi terbaru dari pesawat tempur F-16 secara tidak langsung akan meneruskan proyek Peace Bima Sena yang telah dimulai sejak tahun 1989 (Peace Bima Sena I) yang kemudian dilanjutkan dengan Peace Bima Sena II (2014) sehingga jumlah total F-16 yang dimiliki oleh Indonesia adalah 33 unit.

Video promosi F-16 “Viper”.
Kredit: youtube/Lockheed Martin

Sumber Referensi:

  1. https://www.lockheedmartin.com/en-us/products/f-16.html
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/General_Dynamics_F-16_Fighting_Falcon
  3. https://www.wikiwand.com/en/General_Dynamics_F-16_Fighting_Falcon
  4. https://www.airforce-technology.com/projects/f-16v-viper-fighting-falcon-multi-role-fighter/
  5. https://en.wikipedia.org/wiki/AIM-120_AMRAAM
  6. https://id.wikipedia.org/wiki/AIM-9_Sidewinder
  7. https://en.wikipedia.org/wiki/Python_(missile)
  8. https://id.wikipedia.org/wiki/IRIS-T
  9. https://id.wikipedia.org/wiki/AGM-65_Maverick
  10. https://military.wikia.org/wiki/AGM-84H/K_SLAM-ER
  11. https://id.wikipedia.org/wiki/Small_Diameter_Bomb
  12. https://www.youtube.com/watch?v=JZnrtB9rRT8
  13. https://id.wikipedia.org/wiki/Harpoon_(peluru_kendali)
  14. https://en.wikipedia.org/wiki/AGM-154_Joint_Standoff_Weapon
  15. https://www.youtube.com/watch?v=q7_wU4rxuFg
  16. https://www.youtube.com/watch?v=MQZeips0qyE
  17. https://www.globalsecurity.org/military/library/budget/fy1999/dot-e/navy/99aspj.html
  18. https://prattwhitney.com/products-and-services/products/military-engines/F100-PW-229-ENGINE
  19. http://www.fi-powerweb.com/Engine/General-Electric-F110.html
  20. https://www.youtube.com/watch?v=tTjfcj65l7M
Share this article
Seorang militer enthusiast dan silent reader dibeberapa forum serta website militer baik dalam maupun luar negeri yang akhirnya memutuskan untuk mulai menulis diblog ini. Hobby mengoleksi artikel, literatur, buku serta apapun yang berhubungan dengan militer.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *