KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR-332) Gelar Latihan Peperangan Anti Kapal Selam (AKS)

KRI I Gusti Ngurah Rai GNR-332 Gelar Latihan Peperangan Anti Kapal Selam

Dalam rangka meningkatkan kemampuan teknis, taktis dan tempur, TNI Angkatan Laut melaksanakan latihan peperangan anti kapal selam (AKS) yang dilaksanakan oleh prajurit KRI GNR-332 dan Crew Heli Panther HS 4211, dikutip dari laman resmi koarmada2.tnial.mil.id, Jumat (26/02/2021). Dalam latihan tersebut diskenariokan KRI I Gusti Ngurah Rai (GNR)-332 yang dikomandanai oleh Kolonel Laut (P) S. Bimo Aji yang sedang melaksanakan Operasi dibawah kendali Guspurla Koarmada II  mendeteksi adanya kapal selam asing yang berada di perairan laut yurisdiksi nasional Indonesia.

Menghadapi situasi tersebut perwira jaga KRI melaporkan kepada Komandan KRI GNR-332 Kolonel Laut (P) S. Bimo Aji dan diteruskan kepada Dansatgasla operasi gabungan pengamanan perbatasan Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo yang ikut dalam pelayaran. Guna memastikan deteksi awal tersebut selanjutnya Dansatgasla yang jabatan sehari-harinya sebagai Komandan Guspurla Koarmada II memerintahkan kepada Komandan KRI I Gusti Ngurah Rai-332 untuk mengambil langkah taktis selanjutnya.

Menindaklajuti situasi tersebut, Komandan KRI GNR-332 memerintahkan kepada pilot heli Panther HS 4211 yang dilengkapi dengan Dipping Sonar L-3 Ocean Systems DS-100 Helicopter Long-Range Active Sonar (HELRAS) membantu mencari dan menemukan keberadaan kapal selam asing tersebut. Dari pencarian tersebut Heli Panther HS 4211 mendeteksi keberadaan kapal selam asing selanjutnya mengirimkan data ke KRI GNR-332 untuk dilaksanakan penghancuran kapal selam asing dengan menembakan torpedo.

“Latihan perang anti kapal selam ini dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan tempur pengawak KRI GNR-332 dan Crew Heli dalam simulasi pertempuran anti kapal selam.”

Komandan Guspurla Koarmada II Laksma TNI Rahmat Eko Rahardjo
Heli panther HS 4211
Helikopter AKS Panther TNI Angkatan Laut.
Kredit: twitter/@Koarmada2SBY

Sementara itu, ditempat terpisah Pangkoarmada II Laksda TNI I N.G. Sudhihartawan menjelaskan simulasi latihan unsur gelar KRI dan Heli merupakan bentuk interoperabilty antar unsur sehingga dibutuhkan kerjasama taktis  yang meliputi komando, pengendalian dan komunikasi. Selama kegiatan latihan  melaksanakan prosedur latihan secara cermat dan benar guna terwujudnya Zero Accident. Hal ini  juga dalam rangka melaksanakan kebijakan dan prioritas Kepala Staf TNI Angkatan Laut Laksamana TNI Yudo Margono bidang pembambangun SDM TNI AL yang unggul.

Share this article
Kunjungi Juga:  Turki Menguji Coba Sistem Pertahanan Udara S-400 Untuk Pertama Kali
Seorang militer enthusiast dan silent reader dibeberapa forum serta website militer baik dalam maupun luar negeri yang akhirnya memutuskan untuk mulai menulis diblog ini. Hobby mengoleksi artikel, literatur, buku serta apapun yang berhubungan dengan militer.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *