Angkatan Darat Jerman Menyetujui IFV Puma Siap Tempur

Angkatan Darat Jerman Menyetujui IFV Puma Siap Tempur

Dalam rangka menggantikan IFV Marder dari dalam layanan Angkatan Darat Jerman (Bundeswehr), dua kontraktor pertahanan raksasa Jerman Rheinmetall dan Krauss-Maffei Wegmann (KMW) bekerja sama untuk merancang dan memproduksi  Infantry Fighting Vehicles (IFV) baru. Dari proyek inilah, terlahir IFV Puma yang digadang-gadang sebagai pengganti IFV Marder yang telah usang (pada bulan ini berusia 50 tahun). Namun, Setelah serangkaian uji coba dan tes evaluasi oleh user (dalam hal ini Angkatan Darat Jerman) dinyatakan bahwa IFV tersebut dinyatakan gagal dalam tes kesiapan tempur.

Tentu saja keputusan tersebut membuat kaget banyak pemerhati militer termasuk penulis, padahal seperti kita ketahui bersama IFV Puma diiklankan oleh produsennya sebagai IFV “revolusioner” dengan segala kecanggihannya dan digadang-gadang oleh banyak pihak sebagai IFV tercanggih didunia. Tidak ingin berlarut-larut dalam kekecewaan, produsennya sendiri langsung memutuskan untuk back to laptop pabrik untuk memperbaiki segala kekurangan/kelemahan pada IFV terbaru mereka. Lantas bagaimana kabarnya sekarang?. Mengutip dari siaran pers resmi rheinmetall.com, Jumat (19/03/2021), menginformasikan bahwa Letnan Jenderal Alfons Mais (Panglima Angkatan Darat Jerman) mengumumkan IFV Puma telah menyelesaikan tes evaluasi dan dinyatakan combat ready/siap tempur.

Beliau juga merekomendasikan untuk melengkapi pasukan ujung tombak NATO, Very High Readiness Joint Task Force (VJTF) 2023 Bundesewhr dengan IFV terbaru ini. Keberhasilan ini tidak lepas dari kontribusi dan kerja keras kontraktor dalam melakukan banyak pekerjaan untuk memodifikasi dan memodernisasi IFV baru ini. Adapun modernisasi tersebut mencakup sistem optik, efektivitas senjata, dan sistem proteksi untuk awak. Keputusan ini telah lama ditunggu-tunggu serta sekaligus menjadi “milestone” bagi proyek patungan ini, IFV Puma dan Angkatan Bersenjata Jerman dimasa depan.

Kunjungi Juga:  Austria Memesan 30 Unit Tambahan Pandur 6X6 Evolution

IFV Puma secara substansial akan meningkatkan kekuatan tempur dan efektivitas tempur dari pasukan VJTF 2023 yang pada tahun depan akan dipimpin oleh Jerman. Karena untuk pertama kalinya Angkatan Darat Jerman akan dilengkapi dengan platform kendaraan infanteri generasi terbaru (yang sepenuhnya berbasis digital) serta dikolaborasikan dengan sistem komunikasi modern memungkinkan untuk saling berbagai informasi dengan lebih presisi, lebih cepat, dan lebih akurat.

Badge IFV Puma
Badge dari IFV Puma.
Kredit: twitter/@RheinmetallAG

Memanfaatkan sepenuhnya Jaringan sensor dan efektor dari para awak dan IFV Puma kedalam satu jaringan terintegrasi/integrated network centric warfare memberikan pasukan ini kemampuan untuk mendeteksi dan mengeliminasi target/ancaman secepat dan seefektif mungkin dengan meminimalkan resiko yang diterima. Ini pada gilirannya meningkatkan efektivitas tempur keseluruhan dari pasukan infanteri tersebut. Sebanyak empat puluh kendaraan tempur infanteri IFV Puma (versi yang paling canggih) direncanakan akan melengkapi pasukan VJTF 2023.

Infantry Fighting Vehicles (IFV) Puma dioperasionalkan oleh tiga awak (pengemudi, juru tembak dan komandan), dengan kemampuan untuk menampung hingga delapan prajurit infanteri. IFV ini memiliki berat bersih 44 ton serta mampu membawa muatan hingga 6 ton. Untuk persenjataannya Puma mengandalkan turret Lance yang dimana mengintegrasikan meriam Mauser 30 mm MK30-2 ABM dan senapan mesin 7,62 mm yang dipasang secara koaksial. Selain itu, turret ini juga dilengkapi dengan instalasi rudal anti-tank (ATGM) SPIKE LR2 (yang di Jerman disebut sebagai MELLS).

Sementara untuk sistem proteksi/perlindungannya IFV ini telah dilengkapi dengan Teknologi Multifunctional Self protection System (MUSS), konsep perlindungan dua level yang memberikan perlindungan tingkat tinggi dari senjata kaliber menengah, rudal anti tank, amunisi presisi kinetik, ledakan ranjau, serta memberikan perlindungan terhadap radiasi nuklir, biologi dan kimia. Sistem penggeraknya sendiri didukung oleh mesin 800 kw sepuluh silinder yang memberikannya kecepatan maksimum 70 km/jam dan jangkauan sekitar 600 km. Dimasa depan perusahaan juga merencanakan untuk membuat varian lain seperti kendaraan recobery, bengkel/perbaikan, mortir, ambulan dll.

Share this article
Seorang militer enthusiast dan silent reader dibeberapa forum serta website militer baik dalam maupun luar negeri yang akhirnya memutuskan untuk mulai menulis diblog ini. Hobby mengoleksi artikel, literatur, buku serta apapun yang berhubungan dengan militer.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *