Hongaria Memesan 218 IFV Lynx KF41

IFV Lynx KF41

Kementerian pertahanan Hongaria memesan 218 IFV Lynx kepada perusahaan pertahanan terbesar Jerman, Rheinmetall. Pesanan dengan nilai total lebih dari 2 miliar Euro mecangkup 218 Infantry Fighting Vehicles (IFV) Lynx dan sembilan Armoured Recovery Vehicles (ARV) Buffalo, dikutip dari armyrecognition.com, Kamis (10/09/2020). Kontrak juga meliputi produk dan layanan tambahan seperti simulator, pelatihan dan intruksi, ditambah pasokan awal suku cadang serta dukungan pemeliharaan.

Merujuk defence-blog.com, Kamis (10/09/2020), selama fase awal produksi Hungaria akan menerima empat puluh enam Infantry Fighting Vehicles (IFV) Lynx serta sembilan Armoured Recovery Vehicles (ARV) Buffalo yang keseluruhannya diproduksi di Jerman, pengirimannya akan diselesaikan pada awal tahun 2023. Pada fase produksi kedua, 172 Infantry Fighting Vehicles (IFV) Lynx tambahan yang diproduksi di Hongaria yang akan memenuhi sepenuhnya kebutuhan angkatan bersenjata negara tersebut.

Infantry Fighting Vehicles IFV
Infantry Fighting Vehicles (IFV) Lynx KF41. Kredit : pinterest.at

Untuk tujuan ini, pemerintah Hongaria dan Rheinmetall sepakat pada Agustus 2020 untuk mendirikan perusahaan patungan yang bertanggung jawab untuk menciptakan fasilitas produksi Lynx di Hongaria, yang akan dibiayai oleh perusahaan lokal. Rheinmetall akan memegang saham mayoritas dan memimpin perusahaan patungan yang akan didirikan untuk memproduksi Lynx di Hongaria secara lokal. Dalam prosesnya, Hongaria akan melakukan investasi material dalam proyek tersebut dalam bentuk fasilitas produksi yang baru dibangun. Keunggulan yang dihasilkan untuk pengembangan, produksi, dan pemeliharaan kendaraan lapis baja akan menciptakan inti penting bagi industri pertahanan Hongaria. Konstelasi ini, yang melibatkan mitra produksi lokal di Hongaria, akan memastikan bahwa bagian besar dari nilai tambah yang diperoleh dari proyek pengadaan berlangsung di negara pelanggan.

Infantry Fighting Vehicles (IFV) Lynx dikembangkan oleh Rheinmetall yang dioperasionalkan oleh tiga awak (pengemudi, juru tembak dan komandan), dengan kemampuan untuk menampung hingga delapan prajurit infanteri dan memiliki berat bersih 44 ton, IFV ini mampu membawa muatan hingga 6 ton. IFV Lynx menggunakan turret Lance yang mengintegrasikan meriam Mauser 30 mm MK30-2 ABM dan senapan mesin 7,62 mm yang dipasang secara koaksial. Selain itu, turret juga dilengkapi dengan instalasi peluru kendali anti-tank (ATGM) SPIKE LR2. Dimasa depan perusahaan juga merencanakan untuk membuat varian lain seperti kendaraan pemulihan, perbaikan, insinyur, mortir, dan ambulan.

Kunjungi Juga:  Jepang Tidak Memiliki Anggaran Untuk Memodifikasi F-15J Untuk Membawa JASSM
IFV Lynx 2
Infantry Fighting Vehicles (IFV) Lynx KF41 sedang melakukan manuver dalam uji coba, Kredit : pinterest.at

Untuk Hongaria, kontrak pengadaan ini merupakan langkah besar dalam upayanya untuk memperkenalkan peralatan militer generasi baru dengan sistem utama yang memenuhi standar NATO terbaru. IFV Lynx saat ini bersaing dalam program pengadaan serupa diberbagai negara seperti, Republik Ceko dan Australia. Diperkirakan sebagian besar turret Lance untuk fase pertama akan diproduksi dan dipasok dari Brisbane, Queensland, Australia.

Update:

Pada hari Kamis, (24/09/2020), raksasa pertahanan Jerman Rheinmetall telah merilis video resmi barunya yang menunjukkan Infantry Fighting Vehicles (IFV) Lynx KF41 selama pengujiannya dalam latihan militer NATO Excercise Brave Warrior di Hongaria.

Sumber Referensi:

  1. https://www.armyrecognition.com/defense_news_september_2020_global_security_army_industry/hungary_orders_218_lynx_kf41_infantry_fighting_vehicles.html
  2. https://defence-blog.com/news/army/hungary-orders-218-lynx-infantry-fighting-vehicles.html
  3. https://www.pinterest.at/pin/626704104389870238/
  4. https://www.pinterest.at/pin/844493667560977/
  5. https://www.youtube.com/watch?v=A6uBfvgUf9s
Share this article
Seorang militer enthusiast dan silent reader dibeberapa forum serta website militer baik dalam maupun luar negeri yang akhirnya memutuskan untuk mulai menulis diblog ini. Hobby mengoleksi artikel, literatur, buku serta apapun yang berhubungan dengan militer.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *