DSME Meluncurkan Kapal Selam KSS III Ke-2 Untuk Angkatan Laut Korea Selatan

DSME KSS III

Galangan kapal DSME meluncurkan kapal selam KSS III ke-2 untuk Angkatan Laut Korea Selatan yang dilaksanakan di Geoje Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering Okpo Shipyard, dilansir dari navyrecognition.com, Selasa (10/11/2020). Kapal selam tersebut diberi nama Ahn Moo (SS-085) yang dirancang dan dibangun oleh galangan kapal dalam negeri Daewoo Shipbuilding & Marine Engineering (DSME) untuk Republic of Korea Navy (ROK). Ahn Moo (SS-085) adalah yang kedua dari tiga kapal selam di kelasnya yang juga disebut sebagai Changbogo-III. Kapal selam pertama Dosan Ahn Chang-ho (SS-083) yang diluncurkan pada tahun 2018 dan diharapkan akan ditugaskan pada akhir tahun ini.

Sebagai catatan, DSME mendapat kontrak dari Kementerian Pertahanan Korea Selatan senilai $ 1,56 miliar untuk membangun dua kapal selam besar konvensional diesel elektrik (SSK) KSS III Batch 1 pada tanggal 26 Desember 2012. Kemudian, pada 30 November 2016, Hyundai Heavy Industries (HHI) menerima kontrak untuk membangun kapal lain dari batch pertama. Pengiriman ketiga kapal dijadwalkan pada akhir tahun 2023, dikutip dari laman media navalnews.com, Selasa (10/11/2020). Secara total, rencananya adalah untuk mendapatkan sembilan kapal selam KSS III ke dalam armada Angkatan Laut Korea Selatan pada tahun 2029, termasuk tiga kapal dari seri kedua dan ketiga masing-masing.

DSME Meluncurkan Kapal Selam KSS III Ke 2 Untuk Angkatan Laut Korea Selatan 2
Upacara peluncuan kapal selam KSS-III. Kredit: ROK Navy

Akan tetapi, program pembangunan kapal selam KSS-III telah beberapa kali mengalami penundaan dikarenakan alasan teknis dan keuangan yang menjangkiti proyek besar tersebut. Adapun pembagian Batch dari program kapal selam KSS III Korea Selatan yaitu sebagai berikut:

  • Batch-I terdiri dari dua lambung pertama yang akan dibangun oleh DSME dan kapal selam ketiga yang akan dibangun oleh HHI.
  • Batch-II akan terdiri dari tiga lambung dengan beberapa perubahan desain. Mereka akan dilengkapi dengan teknologi Korea Selatan yang lebih canggih. Pada Mei 2016, DAPA memilih DSME untuk “Desain KSS-III Batch-II dan konstruksi lambung pertama”.
  • Batch-III akan terdiri dari tiga lambung tersisa dengan teknologi yang lebih maju termasuk didalamnya pengaplikasian baterai Lithium-ion yang saat ini sedang dikembangkan secara ekstensif sebelum akhirnya diaplikasikan pada kapal selam KSS III.

“Dengan KSS III, Korea Selatan telah memasuki klub elit dari sebagian kecil negara yang dapat merancang dan membangun kapal selam secara mandiri. Korea Selatan telah membangun kapal selam rancangan Jerman selama beberapa tahun, tetapi kapal ini lebih dari sekedar desain Jerman yang ditingkatkan. Berbekal kemampuan rudal jelajah serangan daratnya, kapal selam ini akan memberikan kemampuan baru bagi Angkatan Laut Korea Selatan sekaligus menjadikan kapal selam non-nuklir pertama di dunia yang dilengkapi dengan sistem peluncur vertikal (VLS). Hal ini memungkinkannya untuk mengangkut persenjataan yang tidak dapat untuk diluncurkan dari tabung torpedo biasa. Angkatan Laut Korea Selatan secara kualitatif sudah jauh di depan musuh abadinya Korea Utara. Selain itu program KSS-III mampu mengubah standar dan juga membuat kapal selam tersebut lebih kompetitif melawan angkatan laut lokal lainnya”.

Pakar kapal selam HI Sutton
KSS III Submarine 1
Kapal Selam KSS III angkatan laut Korea Selatan. Kredit: ROK Navy

Kapal Selam KSS III merupakan tahap terakhir dari Program kapal selam serang Korea Selatan, sebuah program 3 tahap untuk membangun 27 kapal selam serang untuk Angkatan Laut Korea Selatan antara tahun 1994 sampai 2029, disadur dari id.wikipedia.com, Kamis (12/11/2020). Kapal selam KSS-III Batch 1 ini memiliki panjang 83,5 meter, lebar 9,6 meter, dan draft 7,7 meter. Kecepatan maksimum terendamnya adalah 20 knot, dan jarak jelajah dengan kecepatan ekonomis mencapai 10.000 mil laut. Kapal selam ini diawaki oleh 50 pelaut. Kapal selam KSS-III Batch 1 dilengkapi dengan delapan tabung torpedo 533 mm serta 6 tabung VLS (Vertical Launcher System atau tabung peluncur vertika). Sistem VLS tersebut dirancang untuk mengakomodasi rudal jelajah masa depan (Cheon Ryong dengan jangkauan 1.500 Km) yang dikembangkan oleh LIG Nex1 sementara sistem peluncur akan disediakan oleh Doosan.

Kunjungi Juga:  Elbit System Dari Israel Menawarkan Tank Ringan Sabrah Untuk Filipina

Sumber Referensi:

  1. https://www.navyrecognition.com/index.php/news/defence-news/2020/november/9252-south-korea-launches-its-second-changbogo-iii-batch-i-diesel-electric-powered-submarine.html
  2. https://www.navalnews.com/naval-news/2020/11/south-koreas-dsme-launches-2nd-kss-iii-submarine-for-rok-navy/
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Kapal_selam_kelas_Dosan_Ahn_Changho

pinit fg en rect red 28

Share this article
Seorang militer enthusiast dan silent reader dibeberapa forum serta website militer baik dalam maupun luar negeri yang akhirnya memutuskan untuk mulai menulis diblog ini. Hobby mengoleksi artikel, literatur, buku serta apapun yang berhubungan dengan militer.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *