Opini 5+ Calon Pembeli Potensial Sukhoi 35 “Super Flanker” Rusia di Masa Depan

Sukhoi 35 S

Pesawat tempur generasi 4+ Sukhoi 35 (kode NATO: Flanker E) adalah generasi terakhir dari turunan pesawat Sukhoi 27 yang legendaris. Pesawat tempur berkursi tunggal, bermesin ganda, dan supermaneuverable, dirancang oleh biro desain Sukhoi, dan dibangun di pabrik pesawat Komsomolsk-on-Amur. Pesawat tempur ini masih mengadopsi desain klasik airframe dari pendahulunya Sukhoi 27 namun dengan menghilangkan canard serta mengintegrasikan mesin baru dengan nozzle tiga dimensi yang memberikan kelincahan yang luar biasa. Selain itu pesawat ini telah dimodernisasi secara signifikan dengan mengintegrasikan sensor baru, suite avionik dan sistem peperangan elektronik yang canggih, pengurangan radar signature (penampang radar) sampai 70% lebih rendah, penggunaan material komposit tinggi yang lebih ringan dan lebih tahan lama serta dilengkapi dengan sistem persenjataan mutakhir menjadikan pesawat tempur ini sebagai lawan sepadan dari elit pejuang NATO seperti ( F 15, EF Typhoon, Dassault Rafale dll).

Pada tahun 2016 pesawat Sukhoi 35 resmi mendapat predikat “battle proven” setelah angkatan udara Rusia menerjunkan dan mengoperasionalkannya di medan perang Suriah. Dengan lebih dari 100 pesawat dalam layanan angkatan udara Rusia menjadikan pesawat ini sebagai salah satu aset strategis yang didalam layanan inventoris angkatan udara Rusia. Sementara itu, dipasar ekspor pesawat tempur ini kurang manjur laris dengan hanya 48 unit pesawat yang “confirm deal“, dengan rincian 24 unit pesanan China dan yang terbaru United Aircraft Corporation (UAC) baru saja merampungkan 5 dari 24 pesanan Mesir. Jika dibandingkan dengan saudaranya Sukhoi 30 beserta variannya yang telah menikmati kesuksesan besar dipasar ekspor internasional. Namun, tidak menutup kemungkinan jika dimasa depan pesawat tempur ini dapat menarik minat pelanggan potensial lainnya untuk mengakuisisinya. Berikut calon PHP klien potensial yang berpotensi mengakuisisi pesawat Sukhoi 35 dimasa depan dari sudut pandang penulis yaitu sebagai berikut:

A. China

Seperti kita ketahui bersama China adalah pembeli pertama pesawat tempur Sukhoi 35 yang dimana kontrak resmi akhirnya disepakati pada tahun 2015 setelah negoisasi yang berlarut-larut. Militer China menerima empat pesawat gelombang pertama pada bulan Desembar 2016, yang kemudian disusul gelombang kedua pada tahun 2017 dengan jumlah 10 pesawat dan sisa pesawat terakhir diselesaikan pada tahun 2018. Pada bulan April ditahun yang sama pesawat ini resmi memasuki layanan PLAAF, pesawat ini ditempatkan di provinsi Guangdong, China Tenggara. Meskipun, China pada awalnya mengatakan bahwa Sukhoi 35 adalah pesawat terakhir yang diimpor pasca keberhasilan mereka membangun pesawat clone stealth J-20.

Namun, pendirian Beijing berubah setelah Moskow menawarkan batch tambahan untuk penjualan pesawat tempur Sukhoi 35 di tahun 2019. Perubahan kebijakan ini ditengarai oleh fakta bahwa mayoritas pesawat tempur dalam inventaris PLAAF dalam kondisi keropos ketinggalan jaman, ini bisa dimaklumi karena pesawat tempur tersebut telah diproduksi sejak era perang dingin. Oleh karena itu armada pesawat tua ini perlu diganti secepat mungkin dan Sukhoi 35 dipandang sebagai salah satu alternatif yang layak untuk dipertimbangkan. Disamping itu, tidak bisa dipungkiri bahwa industri militer China sangat tertarik pada teknologi “core” mesin Saturn AL-41F1S yang tidak lain merupakan “jantung” dari Sukhoi 35. Dengan beberapa pertimbangan diatas layak rasanya jika China ditempatkan diposisi teratas dalam daftar kita kali ini.

Kunjungi Juga:  Sukhoi 35 Rusia Menembak Jatuh Sukhoi 30 Secara Tidak Sengaja Saat Latihan

B. Indonesia

Mengutip dari laman berita Tempo, kementerian pertahanan Indonesia resmi membuka tender pengadaan pengganti pesawat tempur F-5 Tiger yang sudah uzur untuk melaksanakan tugas pengawasan wilayah udara Indonesia. Tender sendiri diikuti oleh jagoan fighter terbaik dari masing-masing produsen pesawat tempur dari berbagai negara, yang meliputi (Sukhoi 35, Eurofighter Typhoon, Dassault Rafale, JAS 39 Gripen, dan F 16 Falcon). Setelah dilakukan seleksi dan pertimbangan dari berbagai aspek kandidat pengganti F-5 Tiger, akhirnya kementerian pertahanan Indonesia memutuskan Sukhoi 35 sebagai pemenang tender.

Adapun latar belakang Sukhoi 35 diputuskan sebagai pengganti F-5 Tiger karena TNI Angkatan Udara sebagai operator pesawat sudah familiar dengan keluarga Sukhoi (Sukhoi 27 SKM & Sukhoi 30 MK2). Pada tahun 2017 negosiasi terkait Sukhoi 35 telah mencapai kesepakatan, dimana transaksi jual beli akan menggunakan skema barter (Indonesia akan membarter/menukar hasil pertanian dan perkebunan untuk sebelas pesawat senila $ 1,14 Miliar). Dengan disetujuinya kesepakatan tersebut pengiriman pertama diharapkan direalisasikan pada Oktober 2018, akan tetapi ditunda hingga 2019 dan sampai artikel ini dibuat Sukhoi 35 masih belum menampakkan wujudnya di Indonesia.

C. Turki

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan dalam kunjungannya pada pergelaran MAKS 2019 mengatakan negaranya sedang mempertimbangkan untuk mengakuisisi Sukhoi 35 sebagai alternatif pesawat buatan AS, dikutip darimedia Russia Tass.com. Langkah yang diambil oleh Turki logis mengingat negara ini baru saja ditendang dikeluarkan dari program Joint Strike Fighter (JSF F 35) setelah nekat mengakuisisi sistem pertahanan Rusia S-400. Namun perlu kita garis bawahi bersama, sampai sejauh mana Ankara berani mengambil resiko melewati “red line” yang telah di tetapkan oleh Washington. Seperti kita ketahui bersama Turki termasuk anggota NATO dan kebijakan yang akhir-akhir ini diambil oleh Ankara telah membuar resah dan frustasi tidak hanya Washington tetapi anggota NATO yang lainnya, jadi akan menarik melihat perkembangan terkait rencana Turki untuk mengakuisisi Sukhoi 35.

Sukhoi 35
Sukhoi 35. Kredit: Pinterest.at

D. Uni Emirat Arab

Kunjungi Juga:  Aljazair Menerima Pesawat Tempur Mig-29M dari Rusia

Uni Emirat Arab ingin membeli satu skuadron jet tempur canggih sukhoi 35 dari Rusia dan kontrak tersebut kemungkinan besar ditandatangani pada akhir tahun, mengutip dari laman berita tass.com. Sebenarnya jika kita flashback kebelakang, ketertarikan Uni Emirat Arab terhadap fighter dari “timur” dimulai sejak pertengahan tahun 1990-an. Saat itu Uni Emirat Arab mengevaluasi pesawat tempur Sukhoi-27M, akan tetapi pada akhirnya Uni Emirat Arab memutuskan untuk mengakuisisi Mirage 2000 karena hubungan dekat negara itu dengan Perancis. Tidak begitu jelas bagaimana kelanjutan dari rencana pengadaan Sukhoi 35 oleh Uni Emirat Arab karena baru-baru ini Uni Emirat Arab juga menyatakan ketertarikannya pada pesawat tempur F 35 buatan AS. Memanfaatkan momentum “domino effect” dari dikeluarkannya Turki dari program JSF F 35, tentu saja rencana ini mendapatkan penolakan keras dari sekutu tradisional AS tidak lain dan tidak bukan Israel.

E. Aljazair

Sejumlah laporan yang belum diverifikasi menyebutkan bahwa Aljazair tertarik untuk membeli pesawat tempur Sukhoi 35 bersamaan dengan Sukhoi 34 menyusul kesuksesan kedua platform tersebut di medan perang Suriah. Sukhoi 35 dimaksudkan sebagai pengganti Mig 25 “Foxhound” negara tersebut. Walaupun Mig 25 merupakan pesawat pencegat yang tangguh dan telah menjalani modernisasi hingga menjadi standar generasi ke empat yang canggih, kenyataannya pesawat tersebut merupakan pesawat tertua yang ada dalam inventaris negara itu. Pesawat ini rencananya akan dipensiunkan pada tahun 2025, sehingga logis jika Aljazair mempertimbangkan Sukhoi 35 sebagai alternatif pengganti Mig 25 mereka.

Sukhoi 35 Full Loaded
Sukhoi 35 full loaded. Kredit: pinterest.at

Kesimpulan

Meskipun hingga tulisan ini ditulis pesawat tempur Sukhoi 35 masih berjuang untuk kembali menemukan pelanggan ekspor, namun bukan berarti peluang pesawat ini zero di pasar pesawat tempur yang mulai didominasi oleh pesawat tempur generasi ke-5. Dalam artikel ini penulis sudah berusaha menjelaskan dengan lengkap kandidat pelanggan potensial Sukhoi 35 beserta “latar belakang” kenapa negara-negara diatas mempertimbangkan untuk mengakuisisi Sukhoi 35. Tentu saja, kembali lagi keputusan untuk membeli Sukhoi 35 ada ditangan “stakholder” negara-negara diatas. Sekian dari penulis, semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca sekalian dan mohon maaf jika terdapat kekurangan dalam tulisan ini. Tidak lupa penulis mengharapkan kritik yang konstruktif serta saran dari pembaca yang budiman, silakan disampaikan dalam form komentar dibawah. Salam dari penulis nusantaradefense.com dan sampai jumpa di tulisan berikutnya.

Sumber Referensi:

  1. https://en.wikipedia.org/wiki/Sukhoi_Su-35#Potential_operators
  2. https://nasional.tempo.co/read/657265/kemenhan-akan-tender-pengganti-f-5-tiger/full&view=ok
  3. https://tass.com/defense/1069215
  4. https://tass.com/defense/968593
  5. https://www.pinterest.at/pin/288300813652062524/

Share this article
Sukhoi 35 S
Next Post

No more post

Seorang militer enthusiast dan silent reader dibeberapa forum serta website militer baik dalam maupun luar negeri yang akhirnya memutuskan untuk mulai menulis diblog ini. Hobby mengoleksi artikel, literatur, buku serta apapun yang berhubungan dengan militer.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *