Boeing Loyal Wingman Australia Suskses Terbang Perdana

Boeing Loyal Wingman Australia Suskses Terbang Perdana

Australia tetangga selatan Indonesia, seperti kita ketahui bersama saat ini sedang sibuk memodernisasi alutsistanya. Salah satu proyek militer yang menarik perhatian penulis adalah program “Loyal Wingman” yang dimana dalam proyek terebut RAAF (Royal Australian Air Force/Angkatan Udara Australia) berkolaborasi dengan raksasa dirgantara global, Boeing. Mengutip pengumuman resmi dari boeing.mediaroom.com, Senin (01/03/2021) menginformasikan bahwa Boeing Australia dan RAAF telah menerbangkan prototipe pertama dari pesawat tak berawak Loyal Wingman. Platform tersebut melaksanakan penerbangan perdananya di pangkalan RAAF Woomera di Australia Selatan, tempat sejumlah uji coba UAV sebelumnya dilakukan, terutama demonstran kendaraan udara tak berawak Taranis milik BAE Systems, Inggris.

Dalam penerbangan perdananya tersebut, Loyal Wingman menerbangkan rute yang telah ditentukan sebelumnya dengan kecepatan dan ketinggian yang bervariasi di bawah pengawasan langsung oleh pilot uji Boeing melalui stasiun darat yang juga ditempatkan dalam kompleks pangkalan Woomera. Fungsionalitas dan kinerja penerbangan dasar telah diverifikasi selama penerbangan perdananya. Pada bulan Desember tahun lalu, kendaraan tak berawak Loyal Wingman telah menyelesaikan serangkaian uji darat seperti, taxi test berkecepatan tinggi di Woomera.

“Penerbangan pertama Loyal Wingman adalah langkah besar dalam proyek jangka panjang yang signifikan untuk RAAF dan Boeing Australia. Proyek Loyal Wingman adalah penemu jalan untuk integrasi sistem otonom dan kecerdasan buatan untuk menciptakan tim human-machine yang cerdas. Melalui proyek ini kami belajar bagaimana mengintegrasikan kemampuan baru ini untuk melengkapi dan meningkatkan kemampuan kami dalam pertempuran udara dan misi lainnya. “

Kepala Staf RAAF, Marsekal Udara Cath Roberts

Pesawat Loyal Wingman tersebut merupakan pondasi dari Airpower Teaming System (ATS) Boeing Australia yang sedang dikembangkan untuk memenuhi kebutuhan ekspor dari pelanggan potensial di pasar global. Program ini diluncurkan pada bulan Februari 2019 di pertunjukan udara Avalon di negara tersebut. Program ini juga melibatkan industri dalam negeri Australia yang dimana negara bagian Queensland telah dipilih sebagai tempat perakitan dari platform tak berawak Loyal Wingman Australia.

Boeing Loyal Wingman RAAF
Boeing Loyal Wingman Australia Suskses Terbang Perdana.
Kredit: twitter/@BoeingAustralia

Prototipe pertama dari Loyal Wingman Australia diluncurkan pada bulan Mei 2020. Prototipe tambahan sekarang sedang dibuat dan diharapkan tersedia untuk uji coba penerbangan bersama pada tahun ini. Pesawat Loyal Wingman tersebut nantinya akan terbang bersama platform lain menggunakan kecerdasan buatan untuk bekerja sama dengan aset berawak dan tidak berawak yang ada untuk melengkapi kemampuan misi.

Kunjungi Juga:  Amerika Serikat Menyetujui Paket Penjualan Senjata Senilai $ 1,8 Miliar ke Taiwan

Perlu kita catat bersama, Boeing adalah salah satu dari tiga perusahaan bersama dengan General Atomics dan Kratos telah mendapatkan kontrak pada bulan Desember 2020 untuk membangun prototipe terbang Loyal Wingman sebagai bagian dari program Skyborg Angkatan Udara Amerika Serikat untuk pesawat tanpa awak. Boeing bermaksud menggunakan Loyal Wingman yang saat ini dikembangkan bersama dengan Australia sebagai dasar untuk prototipe Skyborg-nya.

Menurut penulis, konsep Loyal Wingman telah menjadi semacam “game changer” untuk pertempuran udara yang dimana negara-negara lain terutama Eropa juga memiliki konsep yang serupa. Prancis, Jerman, dan Spanyol sedang mengembangkan apa yang disebut “remote carriers” di bawah inisiatif Future Combat Air System (FCAS). Inggris juga memiliki program FCAS sendiri yang mencakup platform yang disebut Lightweight Affordable Novel Combat Aircraft (LANCA). Pada tanggal 25 Januari, Kementerian Pertahanan Inggris, yang bergerak atas nama Kantor Kemampuan Cepat RAF, memberikan kontrak kepada Tim Mosquito senilai £ 30 juta ($ 42 juta) untuk mengembangkan prototipe LANCA untuk memulai uji terbang sebelum akhir tahun 2023. Prototipe tersebut akan mulai dibangun di fasilitas Spirit AeroSystems di Irlandia Utara.

Share this article
Seorang militer enthusiast dan silent reader dibeberapa forum serta website militer baik dalam maupun luar negeri yang akhirnya memutuskan untuk mulai menulis diblog ini. Hobby mengoleksi artikel, literatur, buku serta apapun yang berhubungan dengan militer.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *