Australia Memilih Helikopter AH-64 Apache Sebagai Pengganti Helikopter Tiger

Australia Memilih Helikopter AH-64 Apache Sebagai Penganti Helikopter Tiger

Kabar terbaru datang dari negeri Kangguru yang dimana diinformasikan bahwa Angkatan Darat Australia memilih helikopter AH-64 Apache sebagai pengganti helikopter Tiger, dikutip dari siaran pers resmi minister.defence.gov.au, Jumat (15/01/2021). Keputusan ini merupakan bagian dari program Commonwealth of Australia LAND 4503, yang dimana bertujuan untuk memodernisasi alutsista Angkatan Darat Australia.

Sebelumnya, dalam program Commonwealth of Australia LAND 4503 terdapat tiga kandidat yang bersaing dalam program ini yaitu, helikopter AH-1Z Viper yang ditawarkan oleh Bell dan BAE Systems Australia, helikopter AH-64 Apache yang ditawarkan oleh Boeing Australia dan terakhir dari Airbus Defence yang menawarkan opsi upgarade untuk 22 helikopter Tiger yang saat ini dioperasionalkan oleh Angkatan Darat Australia. Namun, dari ketiga kandidat tersebut Kementerian Pertahanan Australia akhirnya memilih helikopter AH-64 Apache sebagai helikopter serang masa depannya.

“Kementerian Pertahanan telah mempertimbangkan sejumlah kandidat helikopter terhadap kriteria utama kemampuan yang telah terbukti (battle proven), maturity (kematangan), dan sistem operasi siap pakai. Dengan mengejar sistem yang telah terbukti dan berisiko rendah yang ditawarkan oleh Apache, akan menghindari biaya yang berkelanjutan dan risiko keterlambatan jadwal yang biasanya terkait dengan transisi platform baru. ”

Menteri pertahanan Australia, Linda Reynolds

Akuisisi 29 helikopter baru tersebut akan membutuhkan biaya senilai A $ 4,5 miliar untuk menggantikan 22 unit armada helikopter Tiger yang sedang beoperasi saat ini di bawah program modernisasi LAND 4503 ARH. Diharapkan melalui modernisasi ini akan memperkuat kemampuan serang dan pengintaian bersenjata Angkatan Darat Australia. Pemerintah Australia mengharapkan pengiriman helikopter baru tersebut dimulai dari tahun 2025 dengan armada mencapai kemampuan operasi penuh pada tahun 2029.

Helikopter AH 64 Apache
Helikopter serang Boeing AH-64 Apache.
Kredit: twitter/@BoeingDefence

Pelajaran penting yang diambil dari berbagai masalah yang terdapat pada helikopter Tiger dan helikopter lainnya telah melatar belakangi strategi untuk mencari pengganti dari platform bermasalah tersebut dengan platform yang telah terbukti dan matang. Berbagai masalah yang diderita oleh helikopter Tiger Australia, dikarenakan Australia adalah salah satu dari empat negara yang mengoperasikan pesawat Tiger, ukuran armada internasional yang kecil menciptakan tantangan dalam mempertahankan helikopter tersebut. Terlebih lagi, Australia mengumumkan kemampuan operasional final Tiger pada April 2016, tujuh tahun lebih lambat dari yang direncanakan.

Kunjungi Juga:  Perang Meletus di Nagorno-Karabakh Antara Azerbaijan vs Armenia

Salah satu keuntungan dari dipilihnya helikopter AH-64 Apache adalah ketersediaan kemampuan industri lokal untuk menopang armada. Disamping itu, helikopter tersebut telah dioperasionalkan oleh Amerika Serikat dan 15 negara lainnya. Helikopter AH-64 Apache telah mencatat lebih dari 4,5 juta jam terbang yang membuat platform ini sebagai platform paling mature yang tersedia dipasaran saat ini. Dengan lebih dari 1.180 unit Apache yang telah beroperasi di seluruh dunia, sekaligus menasbihkan helikopter ini sebagai helikopter serang terlaris di dunia.

Video promosi dari helikopter AH-64 Apache.
Kredit: youtube/Texas Hill Country Rancher

Secara umum, proyek ini akan mewujudkan visi pemerintah Australia untuk memaksimalkan keterlibatan industri dalam negeri Australia dalam industri pertahanan. Terdapat peluang potensial bagi industri Australia dalam dukungan logistik, layanan pergudangan, pengembangan pelatihan, layanan teknik, dan pemeliharaan, perbaikan dan perombakan.

Share this article
Seorang militer enthusiast dan silent reader dibeberapa forum serta website militer baik dalam maupun luar negeri yang akhirnya memutuskan untuk mulai menulis diblog ini. Hobby mengoleksi artikel, literatur, buku serta apapun yang berhubungan dengan militer.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *