Opini 5+ Varian Tercanggih dari Sukhoi-27 “Flanker”

5+ Varian Tercanggih dari Sukhoi-27

Sukhoi-27 (kode NATO: “Flanker”) merupakan pesawat tempur yang diproduksi oleh Uni Soviet dan dirancang oleh biro desain Sukhoi, dikutip dari id.wikipedia.org, Rabu (28/10/2020). Pesawat tempur Sukhoi-27 mulai beroperasi di angkatan udara Uni Soviet dari tahun 1985 sebagai platform superioritas udara yang dimana pesawat tersebut menggunakan mesin ganda kelas berat yang dirancang untuk unggul dalam pertempuran air to air (udara ke udara). Pesawat tersebut didesain untuk bertempur di garis depan yang membuatnya berhadapan langsung dengan elit pejuang blok barat seperti, F-14 Tomcat angkatan laut Amerika Serikat serta F-15 Eagle yang digunakan oleh angkatan udara Amerika Serikat.

Sukhoi Su 27
Sukhoi 27 sedang melepaskan flare. Kredit: pinterest.at

Pesawat tempur Sukhoi-27 di rancang sebagai platform berperforma tinggi dengan sistem kontrol fly by wire dan memliki kemampuan manuver yang luar biasa, ini dibuktikan dengan mampu mencatatkan lebih dari 40 rekor dunia untuk kecepatan altitude (ketinggian) dan take off (lepas landas) pada masanya. Dilengkapi dengan radar N001 yang kuat serta dikombinasikan dengan rudal air to air yang mumpuni seperti, R-73 (rudal jarak pendek) dan R-77 (rudal jarak menengah) menjadikan pesawat tempur ini sangan ditakuti oleh pejuang barat. Berikut adalah 5+ varian tercanggih dari Sukoi-27 “Flanker” menurut nusantaradefense.com, yaitu sebagai berikut:

Sukhoi 35

Sukhoi 35 (kode NATO: Flanker E) merupakan  pesawat tempur superioritas udara, kelas berat, dan bertempat duduk tunggal asal Rusia, disadur dari id.wikipedia.com, Minggu (01/11/2020). Pesawat ini dikembangkan dari platform Sukhoi-27 namun telah dimodernisasi besar-besaran dengan mengadopsi teknologi terbaru sehingga kemampuannya jauh lebih baik dari pendahulunya. Modernisasi yang paling menonjol dari pesawat tempur ini adalah dengan diadopsinya mesin Saturn AL-41 yang lebih bertenaga serta dibarengi dengan kemampuan nozzle vektor dorong tiga dimensi yang menjadikan Sukhoi-35 menjadikan pesawat tempur pertama di dunia yang mengadopsi teknologi tersebut (bahkan F-22 Raptor hanya memiliki nozzle vektor dorong dua dimensi). Selain itu, airframe pesawat telah menggunakan meterial komposit canggih yang lebih ringan namun lebih kuat dibandingkan dengan menggunakan material titanium. Pesawat tersebut juga telah mengadopsi sistem peperangan elektronik dan avionik baru terutama radar Irbis-E yang diklaim memiliki jangkauan 400 km.

Sukhoi 35 RUAF 1
Sukhoi-35 Angkatan Udara Rusia. Kredit: pinterest.com

Disamping itu, Sukhoi 35 juga mengambil manfaat dari aplikasi terbatas teknologi siluman yang dimana berhasil mengurangi radar signature (penampang radar) dibawah sepertiga dibandingkan dengan pendahulunya, dan kompatibel dengan rudal jarak jauh baru terutama termasuk platform hipersonik R-37M dengan jangkauan 400 km. Pesawat tempur ini adalah yang pertama dalam layanan Rusia yang dikonfirmasi telah dilengkapi dengan R-77, rudal air-to-air pertama di negara itu yang dilengkapi dengan pemandu radar serta secara mengesankan pesawat ini mampu membawa 14 rudal. Didesain untuk berhadapan langsung dengan F-22 Raptor, pesawat tempur Sukhoi-35 mewakili peningkatan besar pada desain asli Sukhoi-27 “Flanker” yang sangat dipercaya oleh Rusia.

Shenyang J-11D

Shenyang J-11D (歼-11D) adalah pesawat tempur milik Angkatan Udara China (People’s Liberation Army atau PLA) yang dikembangkan sebagai penerus Shenyang J-11B, yang mulai beroperasi pada pertengahan 1990-an sebagai analog China dari Su-27M dengan avionik yang lebih canggih, penggunaan material komposit, dan sistem peperangan elektronik modenr dibandingkan dengan Sukhoi-27 “Flanker”, dilansir dari laman nationalinterest.org, Minggu (01/11/2020). Desain pesawat tempur J-11D telah mengalami pengkatan pesat dibandingkan varian J-11 yang lebih tua, yang mencerminkan kemajuan besar yang telah dicapai oleh industri dirgantara (khususnya pesawat tempur) China selama dua dekade terakhir. Proyek ini bertujuan untuk memberikan China analog dari Sukhoi-35 “Super Flanker” Rusia dengan menggunakan metode yang sama yaitu meningkatkan desain pesawat tempur Sukhoi-27 “Flanker” yang tangguh. Pesawat tempur baru ini (masih dalam tahap prototipe) akan mengintegrasikan banyak teknologi yang dikembangkan untuk pesawat tempur generasi kelima J-20 China, memanfaatkan teknologi bahan komposit terbaru untuk airframe pesawat yang lebih ringan dan lebih kuat, mengintegrasikan radar AESA yang kuat untuk kewaspadaan situasional yang superior dan lebih tahan terhadap gangguan elektronik (jamming) musuh.

Prototipe J 11D
Prototipe dari Pesawat Tempur J-11D. Kredit: sinodefence.com

Pesawat tempur ini juga mempertahankan akses ke berbagai rudal air-to-air terbaru seperti PL-15 dan PL-XX. Teknologi mesin China juga telah berkembang pesat, dan negara itu adalah satu-satunya negara selain Rusia yang telah mengintegrasikan mesin vektor dorong tiga dimensi ke pesawat tempurnya. Mesin WS-15 yang saat ini sedang dikembangkan dimaksudkan untuk diintegrasikan ke pesawat tempur Chengdu J-20 dan tidak menutup kemungkinan bahwa mesin ini juga akan diintegrasikan ke pesawat tempur lainnya (termasuk juga J-11D). Pesawat tempur ini juga memanfaatkan profil pengurangan radar signature (penampang radar) dan penggunaan lapisan siluman canggih, yang sangat berguna untuk pertempuran di luar jangkauan visual (Beyond Visual Range). Pesawat tempur ini dimaksudkan untuk dapat berhadapan langsung dengan semua pesawat tempur yang beroperasi saat ini terutama pesawat tempur Amerika Serikat.

Kunjungi Juga:  Yunani akan Menerima 6 Pesawat Tempur F-35 yang Awalnya di Miliki Oleh Turki

Sukhoi-30SM

Sukhoi-30SM (kode NATO: Flanker H) merupakan pesawat tempur multiperan yang dikembangkan oleh Biro Desain JSC Sukhoi untuk Angkatan Udara Rusia, dikutip dari airforce-technology.com, Minggu (01/11/2020). Pesawat ini merupakan varian paling canggih dari Sukhoi-30, yang menggunakan konfigurasi kursi ganda dari pendahulunya Sukhoi-27 “Flanker” yang dirancang untuk memiliki kemampuan multirole yang kuat. Pesawat Tempur Su-30SM jauh lebih mampu daripada desain aslinya yang mulai beroperasi pada tahun 1996. Pesawat tempur ini mengintegrasikan radar Bar N011M yang memberikan jangkauan deteksi 350 km (radar ini merupakan radar paling kuat kedua yang diintegrasikan ke pesawat tempur Rusia selain Irbis-E). Pesawat ini juga mengintegrasikan avionik canggih termasuk head up display, dan sistem peperangan elektronik canggih, yang menjadikan pesawat tempur ‘generasi 4+’ ini sangat mematikan dalam pertempuran di luar jangkauan visual (BVR) ketika digabungkan dengan sepuluh atau lebih rudal udara ke udara jarak jauh dan sistem peperangan elektronik modernnya. 

Sukhoi 30 SM RUAF 4
Pesawat Tempur Sukhoi-30SM Angkatan Udara Rusia. Kredit: pinterest.com

Pesawat ini juga merupakan pesawat tempur yang paling hemat biaya dalam produksi di Rusia saat ini, mengingat telah diproduksi dalam jumlah besar baik untuk ekspor maupun untuk Militer Rusia. Sebuah program untuk meningkatkan desain menjadi pesawat tempur ‘generasi 4 ++’ yang  setara dengan Su-35 juga sedang dipertimbangkan, meskipun masalah biaya dapat mecegah rencana ini terealisasi, yang dimana modernisasi akan mencakup integrasi mesin turbofan Saturn AL-41FS yang saat ini digunakan pada Sukhoi-35 yang akan memberikan kemampuan manuver yang superior serta radar AESA baru untuk kesadaran situasional yang lebih baik dan lebih tahan gangguan elektronik musuh (jamming). Untuk saat ini, pesawat tempu Sukhoi-30SM tetap berada di ujung elit jet tempur yang beroperasi di angkatan udara di seluruh dunia.

Sukhoi-34

Sukhoi Su-34 (kode NATO: Fullback) adalah pesawat tempur serang berkursi ganda canggih buatan Rusia, yang dikembangkan dari platform Sukhoi-27 “Flanker” dan direncanakan untuk menggantikan pesawat serang darat Sukhoi-24, disadur dari id.wikipedia.com, Minggu (01/11/2020). Pesawat ini memasuki layanan bersama Su-35 pada awal 2014, tidak diragukan lagi bahwa pesawat tempur Sukhoi-34 merupakan modifikasi paling radikal dari desain Sukhoi-27 “Flanker” asli di antara turunannya. Pesawat Sukhoi-34 dirancang secara ekslusif sebagai plaform serang darat (bomber mini) yang kuat sehingga mengesampingkan kemampuan air-to-air. Ini secara signifikan berbeda dibandingkan pendahulunya yang dirancang hampir secara eksklusif untuk keunggulan udara (air domination).

Sukhoi 34 RUAF 2
Pesawat Tempur Sukhoi-34 Angkatan Udara Rusia. Kredit: pinterest.com

Pesawat ini dapat menggunakan berbagai amunisi udara ke darat, anti radiasi dan anti kapal yang canggih termasuk rudal jelajah jarak jauh seperti Kh-101, yang diperkirakan memiliki jangkauan hingga 5.500 km. Beberapa amunisi tangguh lainnya yang dapat diluncurkan oleh Sukhoi-34 termasuk, Kh-65Se, Kh-41, Kh-31A, Kh-35U dan P-800 yang telah diuji secara intensif dalam pertempuran di Suriah. Su-34 tidak memiliki kemampuan manuver dan ketinggian operasional yang tinggi dari desain Flanker lainnya, dan meskipun memiliki akses ke rudal udara ke udara kelas atas seperti R-77, Su-34 sangat terspesialisasi dalam peran udara ke darat dan anti pengeboman. Mesin dari Sukhoi-34 yaitu AL-31F M2 merupakan mesin yang paling kuat yang telah diintegrasikan ke turunan Flanker mana pun, dan juga telah digunakan oleh batch awal pesawat tempur siluman J-20 China. Dengan kemampuan unik yang dimiliki oleh pesawat tempur Sukhoi-34 menjadikannya aset yang sangat berharga di gudang senjata Rusia.

Kunjungi Juga:  Jepang Tidak Memiliki Anggaran Untuk Memodifikasi F-15J Untuk Membawa JASSM

Shenyang J-15

Shenyang J-15 (kode NATO: Flanker X-2) atau dikenal sebagai “Flying Shark” merupakan pesawat tempur berbasis kapal induk generasi ke-empat, twin jet, yang mampu beroperasi disegala kondisi cuaca, disadur dari en.wikipedia.org, Minggu (01/11/2020). Pesawat ini dikembangkan berdasarkan basis prototipe dari Sukhoi-33 yang belum selesai (T-10-3), yang diakuisisi China dari Ukraina pada tahun 2001. Prototipe tersebut kemudian dipelajari secara ekstensif sebelum akhirnya berhasil direkayasa balik oleh Shenyang Aircraft Corporation dan 601 Institute. Jadi bisa dikatakan bahwa pesawat tempur J-15 secara tidak langsung merupakan copycat dari Sukhoi-33 dengan mengadopsi elektronik dan avionik asli buatan China, sederhananya pesawat ini merupakan Sukhoi-33 gaya “China”.

Shenyang J 15 1
Shenyang J-15 PLAAF. Kredit: pinterest.com

Berbeda dibandingkan pendahulunya Sukhoi-33, pesawat tempur J-15 telah mengadopsi berbagai teknologi modern yang diadopsi dari pesawat tempur lain China seperti, pengadopsian radar AESA, penggunaan meterial komposit canggih untuk mengurangi bobot pesawat, dan instalasi elektronik asli buatan China serta ditambah akses kerudal air-to-air modern PL-15 yang menggunakan tenaga ramjet yang digadang-gadang sebagai “kartu AS” dalam pertempuran. Bahkan China baru-baru ini telah mengembangkan varian elektronik attack (variang dari pesawat serang elektronik) yang dikenal sebagai J-15D yang bisa disebut sebagai analog dari EA-18 Growler Amerika Serikat.

Penutup

Selama dua dekade sejak “kelahirannya”, desain “flanker” telah dimodernisasi dan tetap diproduksi menjadi berbagai varian yang telah menikmati kesuksesan ekspor yang luas di pasar pesawat tempur di dunia. Dengan jumlah ratusan unit yang telah diproduksi untuk angkatan udara Uni soviet (sekarang Rusia), serta lisensi ekspor untuk angkatan udara China (People’s Liberation Army atau PLA) dan angkatan udara India (Royal Indian Air Force atau IAF) serta beberapa angkatan udara lainnya seperti, Indonesia, Malaysia, Vietnam, Aljazair, Venezuela dll. “Flanker” telah membuktikan desain yang sangat fleksibel (serbaguna) dan telah dimodifikasi untuk berbagai peran, mulai dari pesawat tempur khusus hingga pesawat tempur superioritas udara berbasiskan kapal induk. Dengan masih diproduksinya berbagai varian “Flanker” sampai saat tulisan ini dibuat nampaknya kita masih akan melihat varian “Flanker” sampai satu dekade kedepan. Sekian dari penulis, semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca sekalian dan mohon maaf jika terdapat kekurangan dalam tulisan ini. Tidak lupa penulis mengharapkan kritik yang konstruktif serta saran dari pembaca yang budiman, silakan disampaikan dalam form komentar dibawah. Salam dari penulis nusantaradefense.com dan sampai jumpa di tulisan berikutnya.

Sumber Referensi:

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Sukhoi_Su-27
  2. https://id.wikipedia.org/wiki/Sukhoi_Su-35
  3. https://nationalinterest.org/blog/the-buzz/the-chinese-air-forces-super-weapon-beware-the-j-11d-fighter-12777
  4. https://www.airforce-technology.com/projects/su-30sm-multirole-fighter-aircraft/
  5. https://id.wikipedia.org/wiki/Sukhoi_Su-34
  6. https://en.wikipedia.org/wiki/Shenyang_J-15

pinit fg en rect red 28

Share this article
5+ Varian Tercanggih dari Sukhoi-27
Next Post

No more post

Seorang militer enthusiast dan silent reader dibeberapa forum serta website militer baik dalam maupun luar negeri yang akhirnya memutuskan untuk mulai menulis diblog ini. Hobby mengoleksi artikel, literatur, buku serta apapun yang berhubungan dengan militer.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *