Opini 4+ Senjata Armenia Yang Berpotensi Menjadi “Game Changer”

4+ Senjata Armenia Yang Berpotensi Menjadi Game Changer

Ketika dunia dilanda pandemi global Covid-19 yang membuat hampir seluruh negara untuk berlomba-lomba “memerangi” virus Covid-19 yang menyerang negaranya, dunia malah dikagetkan dengan perang yang meletus di wilayah Nagorno-Karabakh antara Azerbaijan melawan Armenia, dilansir dari bbc.com, Kamis (01/10/2020). Sampai artikel ini ditulis, dampak dari pertempuran dalam beberapa hari terakhir telah menimbulkan ratusan korban jiwa dari kedua belah pihak yang berkonfrontasi, baik korban yang telah dikonfirmasi maupun korban yang belum teridentifikasi. Mirisnya menurut beberapa sumber media, jatuhnya korban sipil tidak terelakkan di kedua belah pihak, meskipun masing-masing pihak memilih tetap “bungkam” terkait permasalahan tersebut serta mereka lebih tertarik untuk sibuk “menyalakan” mesin propaganda mereka diberbagai media sosial guna mendapatkan simpati dan dukungan dari publik masing-masing, sungguh ironi.

Sedikit “flashback” terkait perang yang berkecamuk di wilayah Nagorno-Karabakh nampaknya dilatar belakangi oleh upaya Azerbajan untuk merebut kembali sebagian besar wilayah yang diduduki oleh pasukan Armenia dalam perang Karabakh setelah Uni Soviet Runtuh. Perang pecah setelah kebuntuan diplomatik, retorika perang dan bentrokan pada bulan Juli di utara di daerah perbatasan internasional antara Armenia dengan Azerbaijan.

Peta Nagarno Karabakh
Peta wilayah Nagarno-Karabakah. Kredit: nusantaradefense.com

Setelah mengamati berita terkait perang antara Armenia dengan Azerbaijan melalui beberapa sumber media internasional dan nasional, nampaknya muncul “ketimpangan” informasi khususnya dari beberapa media berita nasional yang isi beritanya cenderung lebih “pro” Azerbaijan. Memang sampai artikel ini ditulis, Azerbaijan terlihat “diatas kertas” tampak lebih unggul dalam memonopoli jalannya pertempuran namun bukan berarti pasukan Armenia yang dibantu oleh pasukan Republik Artsakh hanya diam dan berdoa sambil menunggu pihak ketiga atau komunitas internasioanal (PBB) untuk datang ikut campur menengahi konflik keduanya, faktanya sampai hari ini perang masih jauh dari kata “selesai” malah sebaliknya berpotensi untuk menyebabkan konflik yang lebih luas.

Video yang menunjukkan pasukan Armenia yang di bantu pasukan Republik Artshak menghancurkan Tank-72 milik pasukan Azerbaijan. Kredit: youtube

Perlu kita ketahui bersama, meskipun kedua negara merupakan negara pecahan “eks” Uni Soviet serta mewarisi beberapa aset militer dari mantan negara induknya, terdapat perbedaan yang signifikan di antara kedua negara tersebut dalam memodernisasi aset militernya. Azerbaijan selain mengandalkan Russia sebagai pemasok senjata, negara ini telah berinvestasi lebih banyak dalam kemitraan pertahanan dengan pihak ketiga yaitu, Israel dan Turki serta mempertahankan hubungan militer yang erat dengan keduanya. Sementara itu Armenia, memilih untuk tetap mengandalkan Russia sebagai “supplier” tunggal dalam mengejar program modernisasinya. Ini dibuktikan dengan diakuisisinya sistem persenjataan Rusia kelas atas dengan harga yang “ramah” sambil tetap berupaya mempertahankan hubungan yang positif dengan Rusia. Ini secara otomatis membuat Armenia semakain tergantung pada Rusia. Berikut empat aset militer paling berharga dalam gudang persenjataan Armenia, yang kemungkinan besar memiliki potensi yang menentukan jika intensitas perang semakin meningkat menjadi perang skala penuh menurut penulis nusantaradefense.com, yaitu sebagai berikut:

1.Rudal Balistik Taktis Iskander-E

Rudal Balistik 9K720 Iskander (Nato: SS-26 Stone) adalah sistem rudal balistik taktis yang diproduksi oleh Federal State Unitary Enterprise, Design Bureau of Machine Building, untuk angkatan darat Rusia. Rudal Iskander pertama kali ditembakkan pada tahun 1996. Angkatan Darat Rusia memperoleh sistem rudal balistik jarak jauh Iskander-M pada tahun 2006, dilansir dari army-technology.com, Minggu (04/10/2020).

Iskander E
Peluncuran rudal Iskander-E. Kredit: nusantaradefense.com

Rudal Balistik Iskander-E adalah turunan langsung dari Rudal Balistik 9K720 Iskander untuk versi ekspor. Armenia merupakan klien ekspor pertama yang dikonfirmasi untuk sistem rudal balistik taktis Iskander-E, dan diperkirakan diakuisisi khusus untuk melawan sistem pertahanan udara Azerbaijan. Rudal Balistik Iskander dirancang khusu untuk menghindari sistem pertahanan udara NATO seperti platform PAC-3 Patriot. Rudal balistik ini mampu mencapai kecepatan hingga Mach 7 yang dikombinasikan dengan kemampuan manuver yang ekstrem serta kemampuannya yang unik untuk menghindari radar membuatnya sangat sulit untuk dicegat. Sistem rudal tersebut “dihargai” karena mobilitasnya yang tinggi dan waktu peluncurannya yang singkat, yang pada gilirannya dikombinasikan dengan aset serang lainnya dapat meluncurkan serangan presisi dengan “damage” yang masif pada target strategis Azerbaijan. Iskander adalah pengubah permainan potensial karena kemampuannya untuk menetralkan target bernilai tinggi seperti lapangan udara, pusat komando, dan infrastruktur yang strategis (ladang minyak, pembangkit listrik dan ibu kota negara).

Kunjungi Juga:  Opini Moncernya Penjualan Pesawat Tempur F-16 Viper

2. Pesawat Tempur Kelas Berat Sukhoi 30-SM

Pesawat tempur Sukhoi Su-30SM merupakan pesawat tempur yang dirancang sesuai dengan kebutuhan Angkatan Udara Rusia (RUAF), pesawat ini sedang diproduksi oleh IRKUT Corporation (anak perusahaan dari UAC). Pesawat tempur Su-30SM pertama yang dirancang untuk Kementerian Pertahanan Rusia melakukan debut penerbangan perdananya pada September 2012, di kutip dari airforce-technology.com, Minggu (04/10/2020).

Sukhoi 30SM
Pesawat Tempur Sukhoi-30SM. Kredit: pinterest.com

Armenia saat ini mengerahkan kontingen kecil yang terdiri dari empat pesawat tempur kelas berat Su-30SM ‘generasi 4+’, dengan delapan lagi dalam pesanan. Walaupun jumlahnya sedikit namun pesawat ini menawarkan “lompatan” 30 tahun teknologi jika dibandingkan dengan pesawat peti mati terbang tempur Mig-29 yang dimiliki oleh Azerbaijan. Tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa dengan kontingen kecil yang terdiri dari empat pesawat tempur Su-30SM dapat dengan mudah menetralkan seluruh Angkatan Udara Azerbaijan. Dengan sedikit ancaman bagi dirinya sendiri karena perbedaan besar dalam persenjataan, sensor, kinerja penerbangan, dan sistem peperangan elektronik. Disamping itu, pesawat tempur Su-30SM juga dapat diandalkan untuk memberikan serangan presisi di seluruh wilayah Azerbaijan, bahkan dengan muatan senjata penuh dan tangki bahan bakar yang terisi setengah pesawat ini dapat dengan nyaman mencapai target apa pun di Azerbaijan (dengan catatan skenario “indah” ini dapat terealisasi jika Armenia dapat menetralisir seluruh sistem pertahanan udara Azerbaijan terutama sistem pertahanan udara S-300 PMU)

3. Rudal Air-to-Air R-77

Rudal R-77 (RVV-AE)Rusia (kode NATO: AA-12 Adder) adalah sebuah rudal jarak menengah, Air-to-AirFire and Forget, dan menggunakan pemandu radar aktif. Rudal R-77 diklaim lebih superior dibanding AIM-120 AMRAAM Amerika, disadur dari id.wikipedia.org, Minggu (04/10/2020).

R 77
Ilustrasi rudal Air-to-Air R-77. Kredit: pinterest.com

Rudal R-77 adalah satu-satunya Air-to-Air yang menggunakan pemandu radar aktif, dan satu-satunya desain Air-to-Air modern yang digunakan oleh militer Armenia serta memberikan pesawat tempur Su-30SM Armenia keunggulan yang luar biasa dibandingkan pesawat tempur Mig-29 Azerbaijan. Sementara pesawat tempur Azerbaijan hanya dipersenjatai dengan rudal R-27 era Soviet yang tidak hanya memiliki jangkauan yang jauh lebih pendek daripada R-77, tetapi juga sensor yang lebih lemah dan sistem peperangan elektronik usang yang berarti mereka akan menimbulkan sedikit ancaman bagi pejuang Armenia. Rudal R-77 juga mendapatkan keunggulan yang superior dengan sistem pemandu radar aktif-nya daripada semi aktif yang berarti pejuang Armenia tidak perlu mempertahankan kunci radar selama pertempuran mereka dengan pejuang Azerbaijan disamping itu rudal tersebut telah memiliki kemampuan ‘Fire and Forget’ yang sangat efektif digunakan dalam pertempuran udara modern. Keuntungan yang sudah luar biasa ini diperparah oleh fakta bahwa pesawat tempur Su-30SM tidak hanya memiliki sensor yang lebih kuat tetapi juga dapat membawa rudal jarak jauh dua kali lebih banyak daripada apa yang bisa dilakukan oleh pesawat tempur MiG-29 Azerbaijan.

Kunjungi Juga:  Perang Meletus di Nagorno-Karabakh Antara Azerbaijan vs Armenia

4. Rudal Anti Radiasi Kh-31P

Rudal Kh-31 adalah rudal Air-to-Surface Rusia yang dibawa oleh pesawat seperti MiG-29 atau Su-27. Rudal tersebut merupakan rudal sea skimming dengan jangkauan 110 kilometer (60 nm, 70 mil) atau lebih dan mampu mencapai kecepatan Mach 3,5. Rudal ini juga merupakan rudal supersonik pertama yang bisa diluncurkan oleh pesawat taktis, dirujuk dari id.wikipedia.org, Minggu (04/10/2020). Dalam perjalanannya rudal ini telah dikembangkan ke berbagai varian, salah satunya varian Kh-31P (anti radiasi) yang dimana khusus dirancang untuk menetralkan aset radar musuh dalam jangkauan yang ekstrem.

Rudal Kh 31P
Ilustrasi rudal Kh-31P. Kredit: pinterest.com

Meskipun belum dikonfirmasi, Angkatan Udara Armenia dilaporkan telah menerima rudal anti-radiasi Kh-31P untuk melengkapi armada pesawat tempur Su-30SM mereka. Patut kita catat bersama bahwa rudal ini merupakan persenjataan standar yang dikirimkan ke sebagian besar klien untuk pesawat tempur modern Rusia, dengan berdasarkan “kebiasaan” Rusia ini logis kiranya jika rudal Kh-31P telah menjadi bagian dari gudang persenjataan Armenia . Rudal ini dirancang khusus untuk menetralisir radar dari sistem pertahanan udara Azerbaijan dan memberikan pelengkap yang efektif untuk rudal Iskander-E yang berbasis darat untuk dapat digunakan untuk menghancurkan Sistem Pertahanan Udara S-300 PMU yang dimiliki oleh Azerbaijan . Dengan jangkauan, fleksibilitas, dan Bobotnya yang ringan membuat rudal ini ideal dikombinasikan dengan pesawat tempur Su-30SM.

Kesimpulan

Sampai artikel ini ditulis dan dipublikasikan, perang masih terus berkecamuk di pegunungan Nagorno-Karabakh dengan masing-masing pihak mengklaim “kemenangannya” masing-masing. Keadaan semakin bertambah runyam dengan keterlibatan “aktor” yang mendukung masing-masing pihak semakin memperkeruh konfik yang sudah sedari awal kompleks. Tidak menutup kemungkinan jika perang ini berubah menjadi perang habis-habisan skala penuh yang melibatkan aset militer terbaik dari kedua negara. Khusus untuk Armenia, penulis sudah berusaha memberikan referensi terkait empat aset militer strategis dalam gudang persenjataan Armenia, yang berpotensi menjadi “game changer” dalam menghadapi Azerbaijan. Perlu kita pahami bersama bahwasannya, keempat senjata tersebut tidak “menggaransi” kemenangan bagi Armenia, karena bagaimanapun perang modern tidak hanya mengandalkan satu atau 2 senjata melainkan kombinasi dari berbagai faktor seperti, aset militer, strategi, logistik, uang, politik dan masih banyak faktor lainnya.

Terakhir penulis sangat sangat berharap peran komunitas internasional yang dalam hal ini negara-negara besar atau Dewan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) untuk turun tangan ikut serta berupaya menengahi sekaligus berusaha membawa kedua belah pihak kemeja perundingan dan berupaya untuk mengakhiri peperangan secepat mungkin melalui gencatan senjata atau bila memmungkinkan tercapaina perjanjian damai untuk kedua belah pihak. Sekian dari penulis, semoga tulisan ini bermanfaat bagi pembaca sekalian dan mohon maaf jika terdapat kekurangan dalam tulisan ini. Tidak lupa penulis mengharapkan kritik yang konstruktif serta saran dari pembaca yang budiman, silakan disampaikan dalam form komentar dibawah. Salam dari penulis nusantaradefense.com dan sampai jumpa di tulisan berikutnya.

Sumber Referensi:

  1. https://id.wikipedia.org/wiki/Nagorno-Karabakh
  2. https://www.bbc.com/news/world-europe-54356336
  3. https://www.army-technology.com/projects/iksander-system/
  4. https://www.airforce-technology.com/projects/su-30sm-multirole-fighter-aircraft/
  5. https://id.wikipedia.org/wiki/Vympel_R-77
  6. https://id.wikipedia.org/wiki/Kh-31#:~:text=Kh%2D31%20(Rusia%3A%20%D0%A5,yang%20bisa%20diluncurkan%20oleh%20pesawat
  7. https://militarywatchmagazine.com/article/five-powerful-armenian-weapons-systems-azerbaijan-fears-from-hypersonic-missiles-to-su-30sm-fighters
  8. https://www.pinterest.at/pin/855191416718731735/?nic_v2=1a7sVmn4Q
  9. https://www.pinterest.at/pin/292734044538742251/?nic_v2=1a7sVmn4Q
  10. https://www.pinterest.at/pin/864057878493421109/?nic_v2=1a7sVmn4Q

pinit fg en rect red 28

Share this article
Seorang militer enthusiast dan silent reader dibeberapa forum serta website militer baik dalam maupun luar negeri yang akhirnya memutuskan untuk mulai menulis diblog ini. Hobby mengoleksi artikel, literatur, buku serta apapun yang berhubungan dengan militer.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *