2 Pesawat Tempur F-5E Taiwan Jatuh

2 Pesawat Tempur F-5E Taiwan Jatuh

Jika dinegara ini pesawat tempur F-5 Tiger telah “dikandangkan” dan masih belum jelas penggantinya. Namun berbeda dengan Indonesia, beberapa negara lainnya masih mengoperasionalkan pesawat tempur ini untuk menjaga kedaulatannya, salah satunya adalah Taiwan. Mengutip dari akun twitter Ministry of National Defense R.O.C/Kementerian Pertahanan Taiwan, Senin (22/03/2021), mengumumkan bahwa 2 pesawat tempur F-5E ROCAF (Republic of China Air Force/Angkatan Udara Nasional China) telah dinyatakan hilang dalam sebuah insiden yang terjadi beberapa kilometer di lepas pantai pantai selatan Taiwan. Pesawat tersebut dilaporkan sedang melaksanakan misi pelatihan rutin.

Menurut media lokal, pesawat naas tersebut lepas landas dari pangkalan Chihhang pada sore hari tanggal 21 Maret. Namun, kedua pesawat menghilang dari pantauan radar setengah jam setelah lepas landas sekitar pukul 3 sore waktu setempat. Operasi pencarian dan penyelamatan segera dimulai, seorang pilot ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri di laut dan segera dievakuasi, tetapi akhirnya meninggal di rumah sakit. Di pulau yang lokasinya tidak berada jauh dari insiden tersebut, hanya ditemukan kursi ejeksi dan parasut yang tidak terbuka dengan sempurna. Sampai saat ini upaya pencarian masih berlangsung.

Menanggapi peristiwa ini, ROCAF mengambil langkah-langkah penanggulangan dengan “menggrounded” pesawat tempur F-5 yang tersisa sampai penyebab insiden tersebut diketahui. Insiden terbaru ini merupakan yang ketiga dalam enam bulan terakhir, sebelumnya pada bulan November tahun lalu pesawat tempur F-16 Taiwan jatuh selama misi pelatihan, sementara F-5 lainnya hilang dalam kecelakaan fatal pada akhir Oktober di tahun yang sama. Taiwan saat ini masih memiliki 58 pesawat tempur F-5 dalam berbagai varian yang masih aktif dalam layanan, sisa dari pengadaan pada tahun 1970-an. Sebagian besar pesawat ini digunakan untuk peran pelatihan, tetapi juga digunakan untuk mendukung armada pesawat tempur utama ROCAF yang saat ini terdiri dari sekitar 140 F-16A/B, 55 Mirage 2000-5 dan 129 pesawat tempur ringan produksi dalam negeri F-CK-1.

Kunjungi Juga:  Prabowo Dijadwalkan Berkunjung Ke Austria Untuk Membahas Penjualan Eurofighter Typhoon

Insiden pesawat tempur Taiwan terjadi ketika negara tersebut sedang menghadapi tekanan yang meningkat signifikan dari musuh “abadinya” China yang seperti kita ketahui bersama sangat sering menerbangkan pesawat militernya di zona Air Defense Identification Zone (ADIZ) Taiwan. China sendiri masih memandang Taiwan sebagai salah satu “provinsinya” yang membangkang dan beretorika suatu saat nanti akan merebut mengintegrasikan negara tersebut menjadi bagian dari wilayahnya baik dengan cara halus atau militer.

Pesawat tempur F 5E ROCAF
Pesawat tempur F-5E ROCAF.
Kredit: twitter/@MoNDefense

Menanggapi provokasi dari pesawat militer China, Taiwan tidak pasrah tinggal diam. Saat ini Taiwan sedang bersiap untuk menyambut pesawat tempur barunya F-16 Viper (66 unit pesawat F-16 Block 70) serta tengah dalam upaya untuk memodernisasi armada F-16 A/B ke konfigurasi “Viper“. Selain itu pesawat tempur produksi dalam negeri F-CK-1C/D juga sedang dimodernisasi yang diinisiasi oleh industri pertahanan lokal. Sementara untuk pesawat latih, Taiwan telah memulai proyek untuk merancang dan memproduksi pesawat latih secara mandiri yang saat ini dikenal sebagai T-5 Brave Eagle dengan memanfaatkan pengalam dalam proyek F-CK-1C/D.

Share this article
Seorang militer enthusiast dan silent reader dibeberapa forum serta website militer baik dalam maupun luar negeri yang akhirnya memutuskan untuk mulai menulis diblog ini. Hobby mengoleksi artikel, literatur, buku serta apapun yang berhubungan dengan militer.

You May Also Like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *